Kepala Dinas kesehatan (Kadinkes) Kota Prabumulih Lazuardi menuturkan, sekitar 30 ribu masyarakat terdaftar dalam Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).
”Nilai ini sebenarnya tidak jauh lebih dari kuota penerima Jamkesmas yaitu 30 ribu orang,” ujar Lazuardi acara menghadiri acara lomba Prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tingkat nasional di Kelurahan Wonosari, Kecamatan Prabumulih Utara, Sabtu (19/4) kemarin.
Menurutnya, pihak Dinkes sudah menyiapkan ahli untuk melakukan verifikasi terhadap penerima Jamkesma yang merupakan program baru pengganti Askes.
“Jumlah Jamkesmas diperkirakan tidak jauh berbeda dengan penerima Askeskin di Kota Prabumulih. Kita sudah bentuk tim verifikator,yang jumlahnya dua orang, dan sudah cukup lama dibentuk untuk menyiapkan program tersebut. Tim verifikator terdiri dari Dinkes,” tambahnya.
Lazuardi mengharapkan, program Jamkesmas dapat mengurangi beban masyarakat yang ingin berobat. Dia berharap, pelayanan kesehatan masyarakat akan optimal, sehingga tidak ada lagi keluhan.
”Pelayanan kesehatan masyarakat saat ini menjadi prioritas dan harus diutamakan,” ucapnya. Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kota Prabumulih Ali Indra melalui satuan pengawas internal RSUD Prabumulih Fikri mengatakan, program Jamkesmas tersebut merupakan program yang selama ini dilakukan oleh masyarakat dan RSUD.
”Tapi setiap pengguna Jamkesmas itu harus dilakukan verifikasi, tapi hingga kini kita belum miliki verifikator yang dibentuk oleh Dinkes,” ujarnya. Fikri mengatakan, akibatnya, rencana program tersebut belum dimulai dan kapan akan dimulai dirinya tidak mengetahui. Namun dia mengaku, pihak RSUD sudah menerima data calon penerima Jamkesmas.
“Data itu tidak jauh berbeda dengan data penerima Askeskin, dan data tersebut sudah disahkan oleh pak wali kota,” katanya. Dia menjelaskan, mengenai persyaratan tidak jauh berbeda dari penerima Askeskin sebelumnya, dia menegaskan, syarat yang terpenting adalah surat keterangan tanda miskin (SKTM), selain itu identitas penerima Jamkesmas.
Selain itu, Fikri menjelaskan, pelayanan Jamkesma sama halnya dengan pelayananAskeskin. “Saat masyarakat berobat dan cek kesehatan saat jam dinas, tetap dilayani. Yang jelas, pihak RSUD siap untuk melayani dan merawat pasien penerima Jamkesmas,” ungkapnya.
Fikri menambahkan, terbentuknya rencana program baru tersebut, dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang tidak mampu. ”Saya berharap program ini dapat dimanfaatkan masyarakat, ” imbuhnya. (sutami ismail)***Harian SINDO


















Tinggalkan Balasan