Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) menciptakan kreasi kompor pokring (pokoknya kering) yang menggunakan bahan bakar dari serbuk kayu atau sekam.
Kompor pokring ini bisa menjadi solusi mengatasi mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM). Hasil teknologi karya putra daerah OKU Timur tersebut ditampilkan di pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) yang berlangsung di lapangan parkir Sriwijaya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD- ) Pemkab OKU Timur, Wibisono, melalui staf PMD Pemkab OKU Timur, Budi mengungkapkan, kualitas api yang dihasilkan tak kalah dengan kompor berbahan bakar minyak tanah, berwarna biru menyeruak ke atas. Kompor Pokring yang mengutamakan prinsip hemat energi dan ramah lingkungan ini.
”Sejak April lalu salah satu kompor pokring ini sudah mulai diperkenalkan oleh kelompok-kelompok bentukan PMD, salah satunya kelompok Sri Rejeki Belitang OKU Timur,” katanya.
Sementara itu, Plt Gubernur Sumsel Prof Dr Mahyudin NS, saat menutup pergelaran TTG di Lapangan Parkir Bumi Sriwijaya Palembang dalam sambutannya mengatakan, pemerintah provinsi (pemprov) Sumsel akan melirik pengembangan briket batubara dan biji jarak sebagai potensi untuk menggantikan bahan bakar. Peluang dan limbah yang bisa dimanfaatkan untuk menciptakan bahan bakar tersebut sangat banyak di Sumsel. (ashariansyah/SINDO)


















Tinggalkan Balasan