Kepala Kadistanak Kabupaten Banyuasin Syaiful Bakhri AR mengatakan, pihaknya menargetkan pencapaian produksi padi 2008 sebesar 17%. Angka optimis ini mendapatkan dukungan dari tingginya peningkatan produksi padi di kabupaten a khususnya pada tahun 2008 dengan luas lahan sebesar 179.220 hektar (ha).
Menurut Syaiful Bakhri, dengan angka produksi diatas, selain mampu memenuhi kebutuhan dalam daerah, Banyuasin juga akan menyumbangkan material pangan ke sumsel dengan angka yang cukup memuaskan.
”Banyuasin sudah dikenal sebagai salah satu kabupaten yang memiliki sumbangan pangan ke sumsel dan menjadi salah satu kabuapten lumbung pangan di sumsel. Hal inilah yang akan kita pertahankan dengan terus meningkatkan produktifitas padi pertahunnya,” ujarnya.
Dipaparkannya, pada 2007 lalu, realisasi panen padi yang dialami kabupaten Banyuasin mencapai angka hampir satu juta ton dari luas lahan panen sebesar 300 ribu ha. Dengan produksi tersebut, setelah memenuhi kebutuhan dalam daerahnya,Kabupaten Banyuasin mendistribusikan hasil panen petaninya ke provinsi Sumsel sebesar 40%.
Namun demikian, dengan angka produktifitas yang tinggi bukan berarti Banyuasin bebas dari permasalan pertanian khususnya yang berkaitan dengan masalah pangan. Diakui oleh syaiful, ada beberapa kendala dan permasalahan yang dialami oleh Banyuasin dalam meningkatkan produktifitas pangan.
Diantaranya, pemanfaatan dan pengolahan lahan yang belum optimal, ditambah dengan penerapan teknologi seperti penggunaan bibit unggul dan penggunaan pupuk masih rendah. Selain itu, penanganan panen dan pasca panen yang masih rendah, kelembagaan petani belum berfungsi dan masih terbatasnya alat mesin pertanian.
”Ya itulah beberapa kendala yang kerap kali dialami oleh petani kita di lahan pasang surut. Akan tetapi, kita terus berusaha membantu untuk sedikit mengurangi permasalahan dan kendala petani dilapangan. Dengan harapan, kedepan, panen padi di Banyuasin akan terus meningkat seiring dengan penambahan lahan pertanian kita,” ujarnya.
Untuk diketahui, pada 2007 lalu, surplus beras di Banyuasin mencapai 335.634 ton. Kemudian hal yang menggembirakan adalah, dari 1556 tempat pengilingan padi yang tersebar di 15 kecamatan dalam wilayah Banyuasin, saat ini rata-rata menyimpan gabah sebanyak 31120 ton.
Kepala Dinas PU Pengairan Rislaini mengatakan pada tahun jamak ini Pemkab Banyuasin telah merencanakan perbaikan daerah relokasi rawa sebanyak 9 buah. Perbaikan sarana penunjang irigasi ini adalah untu membantu petani dalam meningkatkan produksi padi mereka. (yope cipta raharja/SINDO)


















Tinggalkan Balasan