Wakil Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Selatan Leonardo Hutabarat, Kamis (22/11) di Palembang, memastikan, benih bantuan palsu yang beredar di Kabupaten Banyuasin adalah produk pengusaha setempat. Benih itu bukan produk badan usaha milik negara.
Menurut Leonardo, benih yang diberikan dalam program benih bantuan harus dilengkapi label khusus berwarna biru. Seperti di daerah lain di Sumsel, selain Banyuasin, menggunakan benih produksi PT Sang Hyang Seri atau PT Pertani, dua badan usaha milik negara (BUMN), sehingga mutunya terjamin.
“Daerah penghasil benih padi di Sumsel adalah Ogan Komering Ulu Timur, Musi Rawas, Ogan Komering Ilir, dan Banyuasin. Petani di Banyuasin diduga memakai produk sendiri, karena daerah itu adalah penghasil benih terbesar keempat di Sumsel. Seharusnya sebelum benih bantuan diserahkan ke petani, lebih dulu disertifikasi,” ujar Leonardo.
Kepolisian Resor Banyuasin, Sumsel, menemukan benih padi bantuan pemerintah yang dipalsukan di Kecamatan Muara Padang. Polisi menduga, ratusan ton benih bantuan yang sudah ditanam petani adalah produk palsu.
Leonardo menuturkan, benih bantuan untuk Sumsel sebanyak 7.500 ton. Namun benih bantuan itu hanya cukup untuk 40 persen sawah di Sumsel seluas 700.000 hektar. “Jumlah petugas pengawas benih di Sumsel hanya 21 orang. Padahal idealnya di setiap kecamatan ada satu pengawas benih, sehingga dibutuhkan 100 orang pengawas,” ungkapnya. (wad/kmps)











![[2026] Proyek Perluasan dan Pendalaman Kolam Retensi Simpang Polda](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2018/07/logoagplg.jpg)









Tinggalkan Balasan