Pabrik pengolahan sampah organik dan non organik saat ini sudah rampung dibangun di kompleks tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Desa Sungai Medang, Kecamatan Cambai, Prabumulih. Pabrik tersebut akan melakukan pengolahan sampah menjadi pupuk kompos dan bijih plastik.
“Kita akan mengelola pabrik ini secara profesional, sehingga bisa memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah,” ujar Kepala Kantor Kebersihan dan Keindahan (K3) Kota Prabumulih, M Azuan MT, Kamis (21/2).
Pabrik pengolahan sampah ini akan memproduksi sekitar 18 meter kubik (M3) sampah organik dan non organik per hari.
Sementara itu, Pertamina EP Region Sumatera (EPRS) menggelar pelatihan kader penyuluhan lingkungan masyarakat bagi pelajar di SMA Negeri 3 Prabumulih, Kamis (21/2). Staf Humas Bidang Eksternal Pertamina EPRS, Dian Hafsari F mengatakan, program tersebut diikuti oleh 52 pelajar SMAN 3 Prabumulih yang sebelumnya telah dilakukan proses perekrutan.
Selama tiga bulan (1 kali dalam seminggu) mereka diberikan materi tentang teknis pengolahan sampah, motivasi, komunikasi, keimanan dan hukum lingkungan. “Ke depan kami rencanakan membentuk kampong binaan, dan para pelajar ini yang akan menjadi kader pembina dan penyuluh,” ungkapnya. (nik/SRIPO)










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan