Jika rencana investor asal Cina jadi menanamkan investasi membangun pabrik pengolahan nenas di Kota Prabumulih, kota ini tentu saja tidak hanya menyandang slogan sebagai kota nenas. Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih juga telah menyiapkan lahan seluas 300 hektare untuk lokasi pembangunan pabrik dan perkebunan nenas.
“Kita siapkan lahan tersebut di Desa Tanjung Telang, Kecamatan Cambai, Prabumulih. Kita tentu saja menyambut gembira rencana investasi tersebut,” ujar Walikota Prabumulih, Drs H Rachman Djalili MM, Minggu (12/10). Menurutnya sebagai pemerintah, tentu saja pihaknya akan memfasilitasi kedatangan investor, dan berusaha memberi kemudahan-kemudahan. Investasi pabrik pengolahan nenas tersebut akan sangat berarti bagi pembangunan Prabumulih.
Pasalnya selama ini slogan kota nenas hanya sebatas nama, sementara tidak gairah menanam nenas di masyarakat. “Saat ini nenas hanya jadi tanaman selingan saat petani baru menanam karet. Setelah karet besar, nenas pun ditinggalkan,” katanya. Rachman menambahkan tidak bergairahnya petani menanam nenas, akibat ketidak pastian pemasaran. Hal tersebut disebabkan belum adanya pabrik pengolahan nenas di Prabumulih.
Selama ini hanya ada pengolahan buah nenas yang dilakukan oleh pelaku usaha kecil, itu pun skalanya sangat kecil dan tidak berkesinambungan. “Adanya pabrik berskala besar, kita harapkan menjadikan petani bergairah menanam nenas,” katanya. Selain itu, hadirnya investasi di Prabumulih tentu saja akan menambah pendapatan daerah, menyerap tenaga kerja, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi baru di sekitar lokasi pabrik.
“Pokoknya kita buka pintu lebar-lebar untuk investor tersebut,” katanya. Masih menurut Rachman saat ini rencana kedatangan investor tersebut sedang dikoordinasikan dengan dinas terkait di Pemprov Sumsel. Mengenai kepastiannya, Rachman belum mengetahui secara pasti.
Namun yang jelas ini, dalam waktu dekat ini akan ada survey dari pihak investor ke Prabumulih. “Diperkirakan pada akhir tahun 2008 ini, survey sudah mulai dilakukan,” ungkap Rachman. Ia berharap selain dorongan dari pihak pemerintah, masyarakat nantinya juga bisa mendukung aktivitas investor tersebut di Kota Prabumulih. (nik-sripo)










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan