Saat ini Kab. Banyuasin memiliki 2,5 miliar ton cadangan batubara low calorie. Jumlah tersebut merupakan hasil survei yang dilakukan beberapa perusahaan pertambangan, antara lain PT Tri Mata Benua, PT Tubindo, dan PT Banyuasin Cool Energi.“Sentral cadangan batubara di tiga kecamatan, yaitu Betung, Rantau Bayur, dan Pulau Rimau. Hanya saja, batubara yang dimiliki Banyuasin adalah batubara jenis low calorie atau batubara berkalori rendah dengan kisaran sekitar 3000–4500 kalori,” kata Kepala Dinas (Kadin) Pertambangan Energi dan Lingkungan Hidup Kab Banyuasin Parigan Syahrin di Pangkalan Balai, kemarin.
Menurut dia, hal ini karena Banyuasin terletak pada dataran rendah dan daerah berawa, yang sifat alamnya jauh berbeda dengan daerah dataran tinggi, seperti daerah penghasil batu bara yang lainnya. “Banyuasin merupakan daerah dataran rendah dan rawa-rawa, sehingga batubaranya memiliki kandungan air yang cukup besar yaitu sampai 40%,” terangnya. Parigan menjelaskan, hingga kini perusahaan yang akan melakukan pembangunan proyek tersebut sudah melakukan feasibilty studies untuk pembangunan power plant. Namun, sejauh ini belum bisa diketahui hasilnya.
Jika hasil studi kelayakan tersebut menyatakan siap untuk dibangun power plant, maka paling tidak pada 2008 sudah mulai dilakukan pembangunannya. Ketua Komisi III DPRD Banyuasin Syamsuri H Anang Jahri sangat mendukung dan merespons rencana tersebut. Bahkan, pada 2007 dan 2008 telah menganggarkan dana untuk pelaksanaannya. “Saya lupa berapa dananya.Namun,kami dari dewan sangat mendukung rencana tersebut,” kata Syamsuri. (jemi astuti/sindo)


















Tinggalkan Balasan