Memasuki musim hujan, Pemkab Muba mengimbau warga untuk mempersiapkan diri menghadapi musibah banjir yang kerap melanda setiap tahun. Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik Kab Muba Drs Rudi Syaiful Yasin mengatakan, sekitar 52 desa di 7 kecamatan Kab Muba, rawan bencana banjir, seperti dilnasir harian sindo.
Terutama saat musim hujan tiba yang mengakibatkan meluapnya air Sungai Musi.”Sekitar 65% dari wilayah Kab Muba adalah rawa-rawa yang terendam oleh air. Jadi hal yang wajar jika pada musim penghujan, rawa-rawa tersebut terisi air dan menyebabkan banjir di beberapa wilayah dalam Kab Muba,” jelasnya, Jumat (26/10) kemarin.
Dia mengatakan, kecamatan yang rawan banjir, yaitu Sekayu, Sungai Keruh, Sanga Desa, Lais, Babat Toman, Batang Hari Leko, dan Keluang. Keberadaan desa yang ada di beberapa kecamatan tersebut berdekatan langsung dengan Sungai Musi dan anak sungai, atau dengan kata lain merupakan daerah aliran sungai.
”Pada umumnya ketinggian air berkisar antara 15 cm hingga 1 meter. Air biasanya merendam pekarangan rumah penduduk, sekolah, jalan, dan fasilitas umum. Akibatnya, membuat jalur transportasi terputus dan mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat sekitar banjir,” terang Rudi.
Rudi menjelaskan, selain banjir yang disebabkan luapan Sungai Musi, juga banjir kiriman dari daerah tetangga, yaitu Kab Muara Enim, yang kerap mengalami musibah bencana banjir. Saat ini pihaknya terus melakukan pembahasan guna mencari solusi mengatasi bencana banjir. Wakil Bupati Muba H Pahri Azhari mengatakan, untuk menghadapi banjir, dibutuhkan kesiagaan penuh seluruh pihak.
Dia berharap, masyarakat bisa mempersiapkan diri menghadapi musibah banjir yang setiap tahun terjadi di Muba. ”Kini telah memasuki musim hujan, sehingga dibutuhkan perhatian serius seluruh lapisan pemerintah dan masyarakat untuk menghadapi bencana banjir yang setiap tahun terjadi,” jelasnya. (edy parmansyah/sindo)


















Tinggalkan Balasan