infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Baragas Rambah Industri Sumsel

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Batubara gas (baragas) bakal merambah industri yang ada di Sumsel sebagai bahan bakar alternatif. PT Humpuss sebagai salah satu perusahaan milik putra mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra, menawarkan bentuk kerja sama melalui Pemkot Palembang Senin (7/1) kemarin.

Direktur Umum PT Humpuss Toni Purbowo mengatakan bahwa batubara biasa jika dibakar dapat menimbulkan polusi. Dengan baragas, hal tersebut tidak terjadi. Ini artinya baragas ramah lingkungan dan sangat berpotensi sebagai bahan bakar alternatif.

”Penggunaan baragas ini telah dilakukan industri di beberapa tempat seperti di Surabaya, Sidoarjo, Lampung, atau di Solo. Kita sekarang tinggal mengembangkan saja,” ujar dia di Palembang, Senin (7/1).

Penggunaan baragas, dapat disesuaikan sesuai kebutuhan suatu industri. Bahkan, dia mencontohkan, di Surabaya pabrik biskuit menggunakan bahan bakar dari baragas. Dia yakin dengan peluang industri yang ada di Sumsel, khususnya di Kota Palembang, cukup terbuka luas. Ini mengingat penggunaan baragas dapat menghemat biaya 70% bila dibandingkan dengan menggunakan solar.

”Sekarang kita masih menjajaki karena kita melihat peluang pasar di Sumsel cukup bagus,” ucap dia. Baragas diketahui merupakan produk gas yang diolah dari batubara disertai dengan teknologi pengolah limbah, sehingga sangat ramah lingkungan. Dalam segi penghematan, baragas yang diolah dari 3 kg batubara setara dengan seliter solar.

Padahal, harga batubara paling mahal hanya Rp500/kg sehingga harganya hanya berkisar Rp1.500. Bila dibandingkan dengan seliter solar industri harganya Rp5.000. Sehingga diperoleh selisih Rp3.500. Dalam teknologi konversi baragas ini, gas yang keluar (karbon) dapat ditampung dan diberi perlakuan khusus. Ditambah tar, kemudian diolah lagi sehingga menghasilkan gas yang bisa dialirkan untuk digunakan secara langsung.

Selain itu, limbahnya untuk bahan metanol, urea, dan amonia tidak terbuang sia-sia. Mengenai panas yang dihasilkan, jelas dia, baragas ini bisa mencapai 1.400 derajat Celcius, sehingga bisa dimanfaatkan untuk memanaskan boiler. Namun demikian, jika tidak dipakai, tinggal dimatikan saja, sehingga tidak berbahaya.

“Untuk mesin konversi baragas ini, ukuran paling kecil setara 25 liter solar seharga Rp100 juta, dan terbesar untuk pembangkit listrik 2 x 3 megawatt senilai Rp12 miliar. Bahkan, telah digunakan kelompok tani sebagai pengering jagung atau gabahnya,” terang dia.

Sementara itu,Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengaku tertarik dengan tawaran yang dipaparkan PT Humpuss. Dia berencana akan menindaklanjuti kerja sama dengan terlebih dahulu melihat proses yang telah dilakukan di beberapa tempat, seperti di Lampung yang akan dijadwalkan sekitar tanggal 30 Januari. ”Kita sambut positif. Kemungkinan bisa kita terapkan untuk pabrik karet atau lainnya,” tutur dia. (siera syailendra/SINDO)

119 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca