infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Bengkulu Tertarik Ekspor Batubara Sumsel

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Pemerintah Provinsi Bengkulu tertarik untuk mengekspor batubara asal Sumsel dengan membangun rel Kereta Api lintas jarak pendek Linau-Pulau Bai langsung ke Tanjung Enim Sumsel dengan panjang rel 167 kilometer. Pembangunan rel yang akan tuntas akhir 2010 ini, pada tahap awal akan mengangkut 5-10 juta ton batubara per tahun.

Hal ini dikemukakan Gubernur Bengkulu, Agusrin Najamuddin kepada wartawan usai bertemu Gubernur Sumsel, Ir H Alex Noerdin SH, Rabu (25/2) di ruang kerjanya. Menurut Agusrin, Sumsel memiliki 46 persen deposit batubara sebagai stok nasional karenanya Bengkulu tertarik untuk mengeluarkan batubara tersebut dari tambangnya di Bukit Asam. Untuk itu, niat untuk kerjasama dengan PTBA ini sudah mulai dirancang dua tahun lalu dan kini sudah ada kesepahaman.

Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan investor asing saat ini sudah melakukan pekerjaan fisik dengan total investasi Rp 10 triliun melibatkan beberapa negara dan mitra usaha dalam negeri. “Apa yang dilakukan pemerintah Bengkulu, tidak akan mengganggu proyek pembangunan Dermaga Tanjung Api-Api. Begitu pun dengan pengakutan batubara Sumsel-Lampung,” kata Agusrin.

Dikatakan untuk tahap awal, kapasitas angkut memang 5-10 juta per tahun. Hanya saja, untuk target jangka panjang diupayakan 50 ton juta per tahun batubara Sumsel terangkut melalui pelabuhan Samudera Pulai Baai.  “Pekerjaan fisik akan selesai akhir 2010 ini dan kegiatan pengakutan sudah bisa dilakukan,” katanya.

Disinggung mengenai kompensasi yang didapatkan Sumsel, Agusrin mengatakan, “Daerah pemilik barang asal berhak mendapatkan retribusi. Apakah bagi dua, atau pola kerjasama lain yang sama-sama menguntungkan
daerah,” katanya.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyambut baik rencana gubernur Bengkulu. Menurutnya batubara Sumsel memang harus digali lebih banyak sehingga  pengangkutan batubara melalui Lampung, Bengkulu dan Tanjung Api-api bisa maksimal. Kandungan batubara Sumsel tidak akan habis hingga 50 tahun mendatang.

Diperkirakan, jika batubara Sumsel tidak dikeluarkan hingga 50 tahun ke depan, maka harga batubara akan jatuh. Pasalnya, di masa mendatang akan ada sumber energi alternatif. “Batubara 50 tahun ke depan tidak laku lagi karena sudah ada energi alternatif lain sebagai pengganti,” katanya.***(sin-sripoNews/infokito.net)

152 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

0600143947


Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan Tahun 2026 [ detail ]

Rp3.942.963

Upah Minimum Kota (UMK) Palembang Tahun 2026 [ detail ]

Rp4.192.837

BI RATE


PERTALITE
Rp10.000

PERTAMAX
Rp16.650

PERTAMAX TURBO
Rp21.200

BIO SOLAR
Rp6.800

DEXLITE
Rp23.500

DEX
Rp25.350

BRIGHT GAS 12 KG
Rp230.000

BRIGHT GAS 5,5 KG
Rp111.000

Golongan Daya Listrik Tarif (Rp/kWh)
R-1 (Subsidi) 450 VA Rp415/kWh
R-1 (Subsidi) 900 VA Rp605/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 900 VA Rp1.352/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 1.300 VA – 2.200 VA Rp1.444,70/kWh
R-2 3.500 VA – 5.500 VA Rp1.699,53/kWh
R-3 ≥ 6.600 VA Rp1.699,53/kWh

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Tulisan Terbaru

Tulisan Teratas

■■■ [dompet dhuafa] Satukan Solidaritas Bantu Palestina ■■■


Kenali Produk PT Pusri Palembang

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca