Musim haji menjadi sumber penghasilan dan penghidupan. Tak hanya penghasilan yang dikail secara halal tetapi juga dengan jalan yang tak benar. Ini tergambar dengan bermunculannya biro penyelenggara haji (BPH) gadungan di Arab Saudi seiring datangnya musim haji.
Biro-biro penyelenggara haji gadungan ini tak hanya melahirkan masalah bagi pemerintah Arab Saudi. Namun mereka juga menjadi sandungan bagi biro penyelenggara haji yang benar-benar menjalankan bisnisnya secara legal.
Biro penyelenggara haji gadungan itu memang beroperasi untuk memperoleh pendapatan banyak dalam waktu singkat. Jamaah lokal atau warga Arab Saudi sendiri yang menjadi korbannya. ”Kini banyak biro gadungan beroperasi,” kata Abdullah Fayad, warga Arab Saudi kepada Arabnews.
Fayad mengatakan biro-biro gadungan itu gencar beroperasi baik di kota besar maupun kecil di seluruh Arab Saudi. Tahun lalu, kata dia, salah satu temannya dirugikan oleh biro penyelenggara haji gadungan yang berbasis di Jeddah.
Biro penyelenggara haji itu, jelas Fayad, meminta temannya yang ingin berhaji membayar SR 3.000. Usai melakukan pembayaran, temannya itu diberi surat izin haji palsu. ”Beberapa hari sebelum haji pimpinan biro menghilang dan teman saya tak bisa masuk Makkah,” katanya.
Sebab, kata Fayad, surat izin haji yang diperoleh dari biro penyelenggara haji di mana ia membayarkan uang sebesar SR 3.000 ternyata palsu. Kemalangan yang sama tak hanya menimpa teman Fayyad tetapi juga ekspatriat dari Sudan, Hassan Mabrook.
Mabrook mengungkapkan pada tahun lalu ia bersama 20 temannya tertipu oleh biro penyelenggara haji gadungan. Ia dan teman-temannya menyerahkan data diri dan masing-masing memberikan SR 3.500. ”Manejer biro itu meyakinkan kami akan memperoleh izin berhaji dalam beberapa hari,”.
Pada hari yang dijanjikan, kata Mabrook, ia menghubungi manajer biro tersebut melalui telepon untuk menanyakan mengenai surat izin tersebut.Namun telepon tak diangkatnya. Dan dua hari musim haji mulai si manajer itu menutup kantornya.
Seorang pemerhati masalah haji di Makkah, Mahmoud Abdul Kareem, mengakui adanya keberadaan biro penyelenggara haji gadungan tersebut. Pun mengakui sudah banyak korban yang berjatuhan. Ia juga mengatakan ada juga pelaku yang sudah ditangkap.
Keberadaan biro penyelenggara haji gadungan ini juga diakui oleh seorang pejabat di Kementerian Haji Arab Saudi. Ia menyatakan memang muncul biro penyelenggara haji gadungan setiap musim haji. Pemerintah, kata dia, telah menangkap 15 pemilik biro penyelenggara haji gadungan.
Kini, kata pejabat tersebut, kasus ini sedang diselediki lebih lanjut. Sedangkan Wakil Ketua Komite Haji dan Umrah di Kamar Dagang Industri, Makkah, Saad Al-Qurashi, mengatakan masalah ini sangat buruk pada tahun-tahun sebelumnya.
Al-Qurashi beralasan, pada tahun-tahun belakangan ini pihak Kementerian Haji, terus melakukan inspeksi. Bahkan pada tahun ini, Dewan Menteri menyetujui undang-undang baru yang menyatakan pemilik biro penyelenggara haji gadungan didenda SR 100.000 dan dipenjara 6-12 bulan.
Sementara, Asisten Manajer Departemen Paspor untuk Haji dan Umrah, Jenderal Abid Khatib, mengingatkan warga Arab Saudi untuk berhati-hati saat memilih biro penyelenggara haji. ”Masyarakat mesti waspada,” katanya.
Khatib menambahkan, pihaknya bertanggung jawab atas masuknya jamaah ke Makkah. Ini dilakukan melalui scanning terhadap izin haji yang dimiliki jamaah. Mereka yang kedapatan menggunakan izin palsu dijamin tak akan diizinkan masuk ke Makkah. (fer/republika)









![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Uban dan Semir Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-1765125866195614023860891978010.jpg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Cara Bersisir Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2026/08/be6149a6-8ba4-4cc1-980b-d9d2c0148971_169.jpeg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2022/12/wp-1670064751787.jpg)








Tinggalkan Balasan