Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) segera memberlakukan tarif baru pada 87 daerah tujuan pengiriman. Ketua Asperindo Wilayah Sumatera Riza Thontowi menjelaskan, mulai 1 Desember 2007, tarif yang diberlakukan mengalami penyesuaian tarif sebesar 5%.Dikatakan, penyesuaian tarif dilakukan menyusul meningkatnya harga spare part kendaraan operasional dan peningkatan biaya penyeberangan barang.
”Penyesuaian tarif berkisar 5% dari tarif sebelumnya, dan ini berlaku untuk seluruh Indonesia, seiring meningkatnya biaya operasional,” tegasnya. Bahkan, penyesuaian tarif ini diyakini Riza tidak akan berpengaruh terhadap penurunan intensitas pengiriman barang yang keluar maupun yang masuk ke Sumsel.
Dia menuturkan, penyesuaian sudah selayaknya dilakukan karena memiliki dasar yang kuat, seperti adanya kenaikan harga BBM, solar, serta UMP. Lagi pula, sambung dia, penyesuaian ini dilakukan berdasarkan alasan yang kuat, bukan karena pihaknya ingin mendapatkan keuntungan lebih besar secara sepihak.
Agar pengguna jasa pengiriman tidak terkejut dengan penyesuaian tarif baru ini, Riza mengaku sudah mengeluarkan surat edaran yang dijalankan sejak beberapa waktu lalu. ”Kita pikir mereka (konsumen) pasti mengerti karena kita jelaskan secara baik-baik. Mudah- mudahan tidak ada yang mempersoalkan karena penyesuaiannya tidak terlalu tinggi,” jelas Riza meyakinkan.
Sejauhini, kataRiza, pengiriman domestik yang dilakukan masih didominasi ke Pulau Jawa, di antaranya Jakarta melalui model pengiriman udara. Sebab, sebagian besar perusahaan di Kota Palembang merupakan anak cabang yang berpusat di Jakarta. ”Karena itu juga, jenis barang pengiriman model angkutan udara ini banyak didominasi dokumen-dokumen kepentingan kantor,” tandasnya.
Dalam sehari, sambung Riza, pengiriman barang lewat udara bisa mencapai 400 kg. Sedangkan, pengiriman lewat angkutan darat mencapai 2 truk Fuso, masing-masing bermuatan 9 ton.
Sementara itu, Kepala Kantor Pos Besar Palembang Jan Pieter Sihombing mengungkapkan, sejauh ini belum ada kenaikan biaya pengiriman barang yang dilakukan Posindo yang saat ini sedang fokus melayani pengiriman lamaran CPNS yang jumlahnya mencapai puluhan ribu. ”Sekarang ini belum ada kenaikan biaya pengiriman barang. Adapun biaya pengiriman terendah kita masih tetap Rp7.000/kg,” ungkapnya.
Sedangkan mengenai rencana kenaikan harga jasa pengiriman pada 2008 mendatang, Jan belum berani berkomentar. Dia menuturkan, selaku penyelenggara di daerah, pihaknya harus mengikuti aturan pusat. ”Meskipun ada kenaikan, sifatnya pasti menyeluruh dan berlaku secara nasional di Posindo,” singkatnya.
Menyikapi persaingan perusahaan jasa pengiriman yang bermunculan, dia mengaku, Posindo sudah melakukan berbagai strategi, di antaranya mengadakan program Perlindungan Kecelakaan Asuransi (Peka), setiap konsumen melakukan transaksi dengan menggandeng pihak asuransi.
”PT Pos kali ini memberikan program asuransi gratis bagi konsumen yang bertransaksi di tempat dengan nominal santunan sebesar Rp5 juta, selama 30 hari. Untuk mendapatkan asuransi, konsumen cukup mengisi formulir data pribadi yang sudah disediakan petugas,” tandasnya. (komalasari/sindo/infokito)










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan