Pemerintah akan mengucurkan dana Rp42 miliar untuk pembentukan daerah transmigrasi menjadi Kota Terpadu Mandiri (KTM) di Sumsel pada 2008. Keseluruhan dana tersebut berasal dari APBN.Kepala Dinas Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Sumsel M Sapri HN mengatakan, daerahnya yang telah ditunjuk sebagai KTM di antaranya kawasan Belitang, Kab OKU Timur; kawasan Parit, Kab Ogan Ilir; dan kawasan Telang, Kab Banyuasin.
”Untuk di Belitang akan diberikan dana Rp7 miliar, kawasan Parit Rp20 miliar, dan kawasan Telang Rp15 miliar. Dana tersebut semuanya dari APBN,” kata Sapri di Kantor Gubernur, Selasa (27/11) kemarin. Dia menjelaskan, bantuan kepada daerah transmigrasi tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Polanya, dengan mengundang sebanyak mungkin investor agar dapat membangun daerah tersebut.
”Jadi, bukan memindahkan kemiskinan dari satu daerah ke daerah lain, namun bagaimana meningkatkan investasi,” katanya. Pembangunan KTM dilakukan dengan mendirikan fasilitas layaknya sebuah kota. Dia menyadari infrastruktur di lokasi transmigrasi itu terbatas. Oleh karenanya, dana yang diberikan akan diprioritaskan untuk hal yang mendesak dan penting seperti sarana jalan, listrik, dan air bersih.
”Tentu akan dibangun sarana pendidikan, ada rumah sakit, tempat peribadatan, dan pasar,” paparnya. Pengembangan daerah transmigrasi yang terkesan terisolasi akan lebih menarik bila sektor swasta ikut berperan. Layaknya sebuah kota, meskipun jauh dengan ibu kota kabupaten, namun kebutuhan masyarakat nanti dapat terpenuhi dalam satu areal yang telah disiapkan.
Dari pemerintah pusat, luas wilayah ditetapkan antara 18.000–50.000 hektare. Jumlah penduduknya harus lebih dari 9.000 jiwa. Konsep pembangunan yang telah berjalan sejak 2007 lalu akan diintegrasikan sesuai konsep tata ruang sehingga kawasan tertata dengan baik.Untuk rencana ke depan, diusulkan tambahan daerah baru yakni di Pampangan di Kab OKI.
”Master plan-nya sedang kita buat. Konsep ini optimistis dapat berjalan,” katanya. Sementara itu, Kasubdin Pemukiman Transmigrasi Dinas Provinsi Sumsel Ichwan Agus menjelaskan, KTM dapat menjadi daerah ekonomi baru dengan pemberdayaan sumber daya alam dan pertukaran SDM dari daerah lain. ”Dana yang dikucurkan diutamakan untuk pembangunan jalan,” ujarnya.
Menurut dia, status KTM merupakan adalah daerah perkotaan dengan mayoritas penduduk transmigran. Bila pembangunan berjalan pesat, bukan tidak mungkin bisa menyamakan ibu kota kabupaten. Namun, dia meyakini proses terciptanya daerah perkotaan baru membutuhkan waktu yang tidak sebentar. ”Ini dibutuhkan kerja sama dengan pihak swasta,” katanya. (siera syailendra/sindo)


















Tinggalkan Balasan