infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Surga dan Sejarah Awal Perang Pemikiran

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Tahukah Anda bahwa konspirasi pertama tidak terjadi di bumi, melainkan di Surga atau Eden? Kelahiran konspirasi pertama ini juga merupakan awal dari Perang Pemikiran (Ghozwul Fikri) yang dihembuskan iblis terhadap manusia.

Ketika Allah SWT menciptakan Adam, iblis merupakan satu-satunya mahluk yang tidak mau tunduk pada Adam seperti yang diperintahkan Allah. Iblis menyatakan diri lebih mulia karena terbuat dari api ketimbang Adam yang hanya dibuat dari tanah. Pembangkangan ini menimbulkan amarah dari Tuhan dan sebab itu iblis menaruh dendam pada Adam dan juga pasangannya, Siti Hawa.

Iblis menunggu saat yang tepat untuk menggelincirkan Adam dan Hawa dari Surga. Iblis menilai sangat sukar untuk menyesatkan Adam langsung, sebab itu ia akan menyesatkan Adam lewat Siti Hawa.

Syahdan, iblis kemudian mulai memasang jeratnya. Dia duduk di dekat pohon khuldi dan mulai menangis di sana dengan menyayat hati. Siti Hawa yang melihat iblis menangis tertarik untuk mendekatinya dan menanyakan apakah gerangan yang membuat iblis begitu bersedih hati. Dengan sangat halus iblis mulai memasang perangkap. Dia berkata bahwa dirinya menangis sedih karena bersimpati kepada nasib Adam dan Hawa yang dilarang memakan buah khuldi. Padahal, ujar iblis, buah khuldi itu adalah buah yang akan membuat siapa pun yang memakannya akan kekal di Surga seperti halnya para malaikat dan rasanya juga sangat lezat.

Iblis tidak secara langsung mengatakan supaya Hawa mengajak Adam melanggar larangan Allah, karena pasti Hawa akan menolaknya. Namun iblis mengatakan, “Sesungguhnya Allah melarang kalian memakan buah ini supaya kalian berdua tidak menjadi malaikat dan tidak dapat hidup abadi” (QS.7: 20). Inilah awal dari sejarah serangan pemikiran atau Ghouzwul Fikri.

Siti Hawa pun terbuai rayuan iblis. Dia lalu menghampiri Adam dan terus membujuk pasangannya itu untuk memakan buah khuldi. Awalnya Adam menolak, namun karena bujukan yang terus-menerus dari Hawa, Adam akhirnya menyerah. Mereka berdua berjalan mendekati pohon tersebut dan memakan buahnya.

Seketika itu juga pakaian surga mereka tanggal. Adam dan Hawa baru sadar mereka telah melanggar larangan Allah dan terbujuk godaan iblis. Mereka berdua kemudian menyesal dan bertaubat. Permohonan Nabi Adam diterima Allah, namun Allah memerintahkan mereka berdua turun dari Surga yang penuh dengan segala kenikmatan ke bumi. Selain Adam dan Hawa, Iblis juga diberi hukuman yang sama. Iblis diperintahkan keluar dari Surga dan turun ke bumi.

Kitab suci al-Qur’an memuat kisah ini dalam sejumlah suratnya. Antara lain al-Baqarah ayat 30-38, al-A’raf ayat 11-25, Thaha ayat 116-123, Al-Israa ayat 61-65, AlHijri ayat 28-43, dan Sad ayat 71-85.

Dalam kitab Ad-Durrul Mantsur disebutkan, “Maka Kami katakan, ‘Turunlah kalian…” dari Ibnu abbas, yakni: Adam, Hawa, Iblis, dan ular. Ada kisah lain yang menyebutkan bahwa ketika turun ke bumi, iblis telah menjelma menjadi seekor ular.

Mereka kemudian turun di sebuah daerah yang diberi nama ‘Dujjana’, yang terletak di antara Mekkah dan Thaif. Ada pula yang berpendapat bahwa Adam turun di Shafa, sedangkan Hawa di Marwah. Bahkan Ibnu Abbas menyebutkan Adam turun di tanah India.

Dari riwayat Ibnu Sa’ad dan Ibnu Asakir dari Ibnu Abbas, dia mengatakan, “Adam turun di India, sedangkan Hawa di Jeddah. Kemudian Adam mencari Hawa sehingga ia mendatangi Jam’an (yaitu Muzdalifah atau al-Masy’ar).

Dalam riwayat Thabrani dari Abdullah bin Umar disebutkan, “Ketika Allah menurunkan Adam, Dia menurunkannya di tanah India. Kemudian dia mendatangi Mekkah, untuk kemudian pergi menuju Syam (Syiria) dan meninggal di sana.” (HR. Thabrani)

Dalam versi Barat, Adam dan Siti Hawa (Eva) memakan buah apel yang oleh iblis disebut sebagai buah induk ilmu pengetahuan. Inilah yang oleh tradisi kekristenan disebut sebagai doktrin Dosa Asal, yang secara populer juga diistilahkan dengan sebutan “Tragedi Buah Apel”.

Awal Sejarah Manusia

Turunnya Adam dan Hawa ke bumi, diikuti oleh iblis dan ular, atau iblis yang menyerupai seekor ular, merupakan awal dari sejarah manusia itu sendiri. Di bumi, Adam dan Hawa beranak-pinak dan sekelompok dari mereka berusaha untuk tetap memelihara ketauhidan. Sekelompok lainnya lebih condong kepada kesesatan yang disebarkan iblis.

Kelompok manusia pengikut iblis ini, atau juga disebut sebagai pasukan iblis, menjadi kelompok yang sepanjang sejarah kemanusiaan terus-menerus berupaya memalingkan manusia dari ketauhidan dan kebenaran. Mereka mengajak manusia ke jalan kesesatan dan kejahatan.

J. Robinson, peneliti kelompok-kelompok rahasia, di dalam “The Secret Society” menyebut kelompok iblis pertama tersebut sebagai “Brotherhood of the Snake”, yang terus meluas dan menyebar ke seluruh penjuru dunia, mengajak manusia untuk menyembah selain Allah SWT. Banyak yang mereka sembah, namun keseluruhannya bercirikan sama: api. Zat asal dari iblis.

Adalah sesuatu hal yang amat menarik, ketika manusia belum menemukan pesawat terbang, belum terkoneksi oleh radio, teve, internet, dan satelit, namun di berbagai penjuru dunia, suku-suku kuno memiliki kesamaan ciri ritual yang mirip. Misal, di India mereka mengenal Batara Surya, di Roma ada Helios, Inca mengenal Virachoca, Jepang mengenal Amaterasu, Persia menyebut Ahumarazda, dan sebagainya. Semuanya mengacu kepada pemujaan api. Bagaimana ini bisa menyebar? (rz)***infokito

Wallahu a’lam

***Disadur dari sebuah tulisan eramuslim digest, edisi koleksi VI


Kembali ke atas

50 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

0600137768


Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan Tahun 2026 [ detail ]

Rp3.942.963

Upah Minimum Kota (UMK) Palembang Tahun 2026 [ detail ]

Rp4.192.837

BI RATE


PERTALITE
Rp10.000

PERTAMAX
Rp16.300

PERTAMAX TURBO
Rp20.000

BIO SOLAR
Rp6.800

DEXLITE
Rp24.200

DEX
Rp25.750

BRIGHT GAS 12 KG
Rp220.000

BRIGHT GAS 5,5 KG
Rp106.000

Golongan Daya Listrik Tarif (Rp/kWh)
R-1 (Subsidi) 450 VA Rp415/kWh
R-1 (Subsidi) 900 VA Rp605/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 900 VA Rp1.352/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 1.300 VA – 2.200 VA Rp1.444,70/kWh
R-2 3.500 VA – 5.500 VA Rp1.699,53/kWh
R-3 ≥ 6.600 VA Rp1.699,53/kWh

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Tulisan Terbaru

Tulisan Teratas

■■■ [dompet dhuafa] Satukan Solidaritas Bantu Palestina ■■■


Kenali Produk PT Pusri Palembang

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca