Pembangunan Kota Terpadu Mandiri atau KTM di kawasan transmigrasi Sungai Rambutan dan Parit, Kabupaten Ogan Ilir, masih tersendat. Kawasan tersebut belum tersentuh jaringan listrik dan air bersih, sedangkan jalan baru sebagian diperkeras dengan batu.
Jalan yang kondisinya cukup baik, berupa tanah yang dikeraskan, baru dari pinggir jalan lintas timur sepanjang sekitar dua kilometer. Setelah melewati rel kereta api, jalan menuju ke Sungai Rambutan sudah diperkeras dengan pecahan batu. Demikian dilansir harian kompas. Di Sumsel sendiri rencananya akan dibangun tiga KTM di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Ilir, dan Banyuasin.
Kepala Unit Pemukiman Transmigrasi Sungai Rambutan Masyuni Yahya, Selasa (23/10), mengungkapkan, pengerasan jalan itu dimulai bulan Juni lalu. Sebelum diperkeras, jalan tersebut tidak bisa dilalui kendaraan pada musim hujan sehingga harus menggunakan perahu ketek.
Menurut Masyuni, warga selalu kesulitan air bersih dan terpaksa menampung air hujan untuk kebutuhan sehari-hari. Air sungai tidak dapat digunakan karena asam, sedangkan untuk listrik dipenuhi dengan generator.
“Dulu pernah dilakukan pengeboran sumur di Sungai Rambutan, tetapi sampai kedalaman 135 meter dihentikan karena ada kandungan minyaknya. Di Parit juga dilakukan penggalian, tetapi baru 35 meter dihentikan karena muncul gas dan lumpur,” kata Masyuni.
Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Ilir, dan Banyuasin meminta pemerintah pusat mencairkan dana KTM. (WAD)










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan