Pemondokan haji yang diperuntukkan bagi 1.650 jemaah haji Indonesia dibatalkan secara sepihak oleh pemilik rumah. Pemilik rumah mengaku membatalkan pemondokan dengan alasan rumah belum memiliki izin untuk pemondokan bagi jemaah haji dari Pemerintah Arab Saudi.
Hal ini disampaikan Ketua Komisi VIII DPR Hasrul Azwar di Jakarta, Selasa (20/11) malam. “Pertanyaannya, mengapa pemerintah berani mengontrak rumah yang belum ada izinnya,” ujar Hasrul.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Departemen Agama Slamet Riyanto mengakui, memang ada pembatalan sepihak atas pemondokan haji. Namun, jemaah tidak perlu khawatir karena sudah dipikirkan alternatifnya.
“Dulu ketika proses kontrak memang izinnya sedang diurus. Dulu kan saling kejar, kalau tidak kontrak, nanti kita enggak dapat. Tetapi, kami sudah menyiapkan alternatifnya. Insya Allah tidak mengganggu jemaah haji,” ujar Slamet Riyanto.
Dari Abu Dhabi, wartawan Kompas Andi Suruji melaporkan, ribuan penumpang tertahan berjam-jam di Bandara Internasional Abu Dhabi, Senin hingga Selasa dini hari, karena sejumlah penerbangan ditunda dan dibatalkan gara-gara cuaca buruk berupa kabut.
Sementara itu, sebanyak 3.905 jemaah calon haji dari Provinsi DI Yogyakarta siap diberangkatkan melalui Bandara Adisumarmo, Solo, Jawa Tengah. Jemaah calon haji asal DIY terbagi dalam delapan kelompok terbang.
Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama DIY Ngatidjan seusai acara pamitan jemaah calon haji DIY di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Selasa, mengatakan, jemaah calon haji asal DIY secara bertahap akan mulai masuk Asrama Haji Donohudan, Boyolali, pada 26 November. Mereka mulai diberangkatkan 27 November. Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX dalam acara itu mengatakan, perjalanan ibadah haji bukan pekerjaan yang mudah karena jemaah calon haji akan berada di luar negeri dalam waktu lama.
“Tanah Suci itu memiliki karakteristik kultur, geografis, demografis, iklim, dan cuaca yang berbeda dengan di Tanah Air. Kondisi itulah yang harus disikapi dengan segala persiapan yang memadai,” katanya. (mam/RWN/kompas)



















Tinggalkan Balasan