Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumatera Selatan menyatakan pengaduan seputar persoalan layanan SMS premium yang merugikan konsumen pengguna telepon seluler menduduki posisi kedua setelah persoalan PDAM. Hal itu membuktikan masih banyak konsumen yang terbujuk penyelenggara SMS premium itu.Ketua YLKI Sumsel Taufik Husni mengatakan, pengaduan seputar layanan provider telepon seluler memang cukup mendominasi tahun 2007 ini. Hal itu disebabkan semakin tingginya angka pengguna ponsel saat ini. Penyedia jasa layanan program ponsel pun berlomba–lomba untuk meraih keuntungan dengan memanfaatkan kesempatan itu.
“Semakin tingginya angka pengguna HP membuat provider pun berlomba–lomba membuat program yang menarik dan membuat para pengguna ponsel mengikuti program itu,” ungkap Taufik. Namun, di balik menjamurnya berbagai layanan program ponsel tersebut, terdapat sisi negatif yang kerap dikeluhkan para customerkarena merugikan mereka.
Pengaduan seputar layanan SMS premium yang menyedot pulsa yang masuk ke YLKI terhitung Agustus hingga Oktober 2007 lalu menurut Taufik mencapai sekitar 50 kasus aduan. YLKI pun telah melakukan konfirmasi kepada pihak provider seluler untuk mengetahui perusahaan yang menyelenggarakan layanan tersebut. Namun pihak provider tidak pernah mau memberikan data mengenai penyelenggara layanan tersebut, dengan alasan yang tidak kuat.
“Beberapa aduan kita tindak lanjuti dengan mengklarifikasi ke provider seluler utama konsumen. Mungkin karena mereka terjalin kerja sama dengan penyelenggara sehingga mereka tidak mau memberikan data itu kepada kita. Namun mayoritas semua aduan yang kita tindak lanjuti dapat diselesaikan dengan baik dan konsumen merasa puas,”ungkap pengacara itu.
Sementara itu, Marketing Communication PT Indosat Tbk Regional Sumbagsel Syahrizal mengatakan, program SMS premium dan telepon premium bukan merupakan program yang diselenggarakan oleh main provider. Program itu merupakan hasil kerja sama dengan content provider yang saat ini memang tumbuh sangat pesat.
“Saya tegaskan Indosat tidak pernah melakukan program SMS premium. Kita hanya bekerja sama seperti juga provider telepon seluler lainnya,”katanya. Syahrizal mengakui, pengaduan customer Indosat yang mempersoalkan kerugian yang disebabkan program SMS premium, cukup banyak. Hal itu menurutnya sedikit banyak menimbulkan pengaruh yang tidak baik bagi pencitraan provider utama, seperti Indosat.
“Karena konsumen memakai kartu kita ya taunya mereka ngadunya ke kita. Tapi setelah kita jelaskan dan selesaikan persoalan mereka, para konsumen itu dapat menerimanya kok,” ujarnya. Selain itu, Syahrizal mengatakan, mayoritas yang datang mengadukan persoalan SMS premium itu adalah mereka yang terhitung baru menggunakan ponsel.
Kemungkinan lain diungkapkan Syahrizal karena keisengan konsumen itu sendiri. Sehingga sebenarnya dalam persoalan ini cukup sulit menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah. Kebanyakan yang terkena persoalan ini adalah mereka yang terhitung baru menggunakan ponsel sehingga mereka tertarik untuk mencoba suatu program gencar dipromosikan. (CR 03/sindo)









![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Uban dan Semir Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-1765125866195614023860891978010.jpg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Cara Bersisir Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2026/08/be6149a6-8ba4-4cc1-980b-d9d2c0148971_169.jpeg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2022/12/wp-1670064751787.jpg)








Tinggalkan Balasan