SEBANYAK 3.526 dari 3.601 jemaah calon haji (JCH) Kota Palembang mulai 22 Oktober hingga 5 November sudah mendapatkan vaksin meningitis. Sisanya, 75 jemaah tercatat belum divaksin. Padahal, 10 hari sebelum keberangkatan ke Arab Saudi, vaksin pencegah penyakit radang selaput otak (meningococcal meningitis), itu harus sudah diberikan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, Drs H Zulkarnain Noerdin MKes, melalui Kepala Seksi Surveilans dan Kesehatan Haji Amri Madjid SKm mengatakan, bila vaksin meningitis kurang dari yang ditentukan, khawatir efektivitas kekebalan (daya lindung) tubuh jemaah terhadap penyakit radang selaput otak belum terbentuk sempurna. “Sejauh ini kami belum dapat memastikan apakah 75 jemaah itu belum dikasih vaksin sama sekali atau mutasi (pindah lokasi) ke kloter lain,” kata Amri.
Nah, sebagai langkah antisipasi, pihaknya mengimbau kepada para JCH yang belum mendapatkan vaksin meningitis untuk segera mungkin melapor. Caranya, datang ke Bagian Sub-Dinas Pencegahan, Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Palembang.
Bagaimana dengan hasil pemeriksaan kesehatan JCH? Kata Amri, pada pemeriksaaan kesehatan JCH tahun ini, dari 3.526 JCH yang diperiksa dengan rincian sebanyak 2.023 JCH diperiksa di Puskesmas Pembina, 1.503 JCH di Puskesmas Dempo, tidak terdapat pasien yang mengalami penundaan keberangkatan akibat terkena penyakit serius. “Yang ada sakit ringan, namun secara keseluruhan sehat,” tandasnya.
Sekadar diketahui, pemerintah Saudi dalam edarannya menyatakan bahwa setiap jemaah umrah atau haji harus mempunyai sertifikat vaksinasi meningitis yang dikeluarkan tidak lebih dari 3 tahun dan tidak kurang dari 10 hari sebelum sampai di Saudi. Soalnya, kalau tidak divaksinasi, jemaah bisa terinfeksi meningitis yang berakibat pada kelumpuhan anggota tubuh.
Pada tahun 1987, wabah meningitis banyak memakan korban tanpa diketahui strain virus atau kuman yang menyerang. Meningitis termasuk penyakit yang ganas. Bila tertular, risiko kematiannya mencapai 53 persen. (mg13/sumeks)









![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Uban dan Semir Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-1765125866195614023860891978010.jpg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Cara Bersisir Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2026/08/be6149a6-8ba4-4cc1-980b-d9d2c0148971_169.jpeg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2022/12/wp-1670064751787.jpg)








Tinggalkan Balasan