Untuk meningkatkan produksi batu bara, PT Tambang Batu Bara Bukit Asam Tbk Tanjung Enim membentuk konsorsium pengembangan transportasi jasa pengangkutan batu bara di luar kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).”PTBA bersama perusahaan swasta nasional dan perusahaan asal China, sekarang membentuk konsorsium untuk pembangunan jasa pengangkutan batu bara melalui kereta api dari Tanjung Enim ke Tarahan Bandar Lampung,” terang Dirut PTBA Tbk Tanjung Enim Ir Sukrisno, Selasa (30/10) kemarin, seperti dilansir harian sindo. Kapasitas angkut batu bara dalam pembangunan jasa transportasi tersebut sekitar 20 juta ton per tahun.
”Batu bara yang diangkut dari Tanjung Enim dibawa ke Tarahan Bandar Lampung, di mana batu bara tersebut sudah ada peminat yang akan membelinya, jadi bukan hanya sekedar diangkut,” ujarnya.
Sukrisno mengungkapkan, konsorsium dibentuk bersama tiga perusahaan, yakni PTBA Tbk Tanjung Enim dengan jumlah saham sebesar 10%, lalu PT Trans Pasific, dan China Recwai (CREC) 5% dengan total dana investasi mencapai sebesar Rp1,1 miliar.
Dia memaparkan, pembangunan jasa angkutan batu bara menggunakan kereta api menempuh jarak sepanjang 310 km, yang dimulai dari train loading system (TLS) tempat pengisian batu bara ke kereta api yang ada di Tanjung Enim. Kemudian, diangkut ke Pelabuhan Tarahan Bandar Lampung.
”Pembangunan jasa angkutan batu bara tersebut tidak hanya berupa pembangunan rel kereta api. Namun juga, penyediaan gerbong pengangkut, lokomotif kereta api, dan pembangunan pelabuhan baru, selain pelabuhan Tarahan di Bandar Lampung yang telah ada selama ini,” ungkapnya.
Sukrisno melanjutkan, pembentukan konsorsium pembangunan jasa angkutan batu bara tersebut akan di mulai pada 2008, setelah mendapatkan persetujuan melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). ”Jadi setelah mendapatkan persetujuan, maka PTBA Tbk akan melakukan pembangunan jasa angkutan batu bara bersama pihak konsorsium yang telah dibentuk, sehingga meningkatkan produksi batu bara yang dihasilkan,” terangnya.
Dia menambahkan, ke depan PTBA Tbk Tanjung Enim akan melakukan terobosan yang baru ke luar Tanjung Enim, dengan mengakuisisi perusahaan yang potensial di bidang penambangan batu bara, dan perusahaan yang memiliki aktivitas penambangan di Sumatera dan Kalimantan.
”Terutama, pembangunan PLTU Banjar Sari 2X100 mw, PLTU Bangko Tengah 4×600 mw. Peningkatan jaringan kereta api diharapkan produksi PTBA mengalami peningkatan menjadi 50 juta ton per tahun atau meningkat sekitar lima kali lipat dari produksi PTBA Tbk yang dihasilkan saat ini,” tandasnya. (hengky chandra agoes/sindo)










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan