PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) Tbk memperkuat jasa transportasi kereta api untuk memperlancar pasokan batubara. Untuk memenuhi kebutuhan batubara di Indonesia sebesar 80 juta ton per tahun, terhitung mulai 2011 PTBA terus berusaha memperkuat jasa transportasi kereta api (KA) untuk memperlancar suplai pasokan.
“Pasokan batubara 80 juta ton per tahun ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sebesar 10.000 megawatt (MW) bukan hanya PT BA yang menyuplai batubaranya, melainkan tiga perusahaan lainnya yang tergabung dalam konsorsium dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN),” ujar Direktur Operasi dan Produksi PTBA Tanjung Enim Milawarman, Minggu kemarin.
Dia menjelaskan, saat ini sesuai kontrak PTBA dengan PLN, pihaknya berupaya memenuhi pasokan batubara. Dia mengungkapkan, saat ini pasokan PTBA sebesar 6,1 juta ton per tahun ditambah pasokan batubara Tanjung Enim satu juta ton per tahun dan 800 ribu dari Tarahan Lampung.
“Untuk memperkuat pasokan tersebut,PTBA terus lakukan pengembangan dan perkuat sistem penyuplaian batubara melalui jasa transportasi KA,” terang dia. Mengenai harga kontrak batubara yang dinilai rendah, dia menegaskan, hanya hukum pasar yang berlaku. PT BA saat ini tetap jalankan kontrak pemenuhan pasokan batubara bagi pasar domestik.
“Kita optimistis penuhi pasokan batubara bagi PLN dengan terus berupaya meningkatkan produksi,” ungkapnya.
Sementara itu,Wakil Direktur Utama PLN Rudiantara mengatakan, 2011, kebutuhan batubara untuk pembangkit listrik di Indonesia mencapai 80 juta ton per tahun. Pasokan itu digunakan untuk program pengembangan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) 10.000 megawatt (MW).
“Kebutuhan batubara meningkat seiring usaha PLN mengurangi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) pada mesin pembangkit. Pada 2011, PLN berharap penggunaan BBM hanya sebagai back up,” terangnya. (hengky chandra agoes/SINDO)



















Tinggalkan Balasan