Puluhan hektare padi siap panen di beberapa desa di pinggiran kecamatan Kota Kayuagung, seperti Desa Mangun Jaya dan Arisan Buntal sekitarnya, mulai diserang hama tikus. Dampaknya, petani padi di kawasan ini terancam tidak dapat berlebaran, karena malam hari harus bergadang menjaga sawahnya.
“Padahal tahun ini tanaman padi dapat dikatakan cukup baik, dan hasilnya diperkirakan akan lebih bagus dari tahun-tahun lalu, namun justru hama tikus yang menjadi ancaman,” kata beberapa petani yang ditemui, Senin (1/10).
Petani mengaku cemas dengan serangan hama tikus pada malam hari itu. Sedangkan sebagian petani padi selama ini menyambi bekerja sebagai buruh bangunan, dan tidak bisa
menjaga sawah mereka secara maksimal dari seranga hama tikus.
“Jika hama tikus ini tidak bisa diatasi, dipastikan hasil panen tahun ini tidak akan sebanding dengan biaya garap yang dikeluarkan,” kata para petani.
Jubaidah (35) petani di Desa Arisan Buntal mengatakan, sudah puluhan hektare tanaman padi warga ludes dimangsa tikus. “Hama tidak henti-hentinya menyerang sawah. Saat padi menguning tikus merajalela, sedangkan ketika penyemaian bibit hama keong emas dan gondang yang mengganas,” katanya.
Jubaidah merasa pesimis akan panen secara maksimal, justru dia khawatir sawahnya akan habis dimangsa tikus. “Kami petani seolah berlomba cepat dengan tikus,” kata Jubaidah sembari memperkirakan, dia tidak akan bisa berlebaran secara leluasa karena
harus siaga menjaga sawahnya siang dan malam.
Jubaidah memperkirakan, petani padi di kawasan ini akan gagal panen karena dilihat dari bibit yang ditanam sebanyak 6 kapel itu, seharusnya dapat menghasilkan 100 kaleng
padi. “Sekarang hanya mendapat 60-70 kaleng saja itupun hasilnya belum dibersihkan,”
katanya.
Keluhan senada diungkapkan petani di Desa Ulak Jermun, Nalo (34). Dia berharap kepada pemerintah atau dinas terkait dapat membantu membasmi hama, baik saat penanaman hingga padi menguning yang justru muncul hama tikus. (sripo)


















Tinggalkan Balasan