Sudah hampir satu bulan ini sejumlah tiang turap dan dinding turap sepanjang lebih kurang 25 meter di Desa Kuang Dalam Kecamatan Muarakuang, Kabupaten Ogan Ilir (OI) dibiarkan roboh. Dampaknya, poros jalan provinsi di sekitarnya mulai terkikis, dan mengancam jalur transportasi antara Kabupaten Ogan Ilir dengan kabupaten tetangga Ogan Komering Ulu (OKU).
Posisi tiang pancang yang roboh ini sekitar 3 KM dari Muarakuang berada di pinggir jalan provinsi, tepatnya di kawasan Desa Munggu (OKU) serta Desa Rantau Sialang dan desa Serinanti (OI) berjarak kurang lebih 10 KM.
Pimpinan Proyek (pimpro) dari Dinas PU Pengairan Provinsi Sumsel, Jamakir ketika dihubungi Kamis (10/4) mengatakan, pihaknya dilapori bahwa pada Maret turap longsor dan terus menerus hingga bertambah panjang.
“Sejauh ini kami belum mengetahui apa penyebabnya sehingga tiang turap yang dikerjakan itu ambruk. Dari pekerjaan sepanjang 65 meter untuk tiang yang dibangun secara keseluruhan, dari bagian ulu ke ilir sepanjang sekitar 25 meter roboh,” ujar Jamakir seraya menyebutkan, pihaknya sudah melakukan survei dan memanggil kontraktor yang mengerjkan proyek ini karena masih dalam masa pemeliharaan.
Kontraktonya sudah menurunkan alat berat untuk perbaikan kembali, namun kendalanya transportasi untuk mengangkut tiang pancang beton dengan kendaraan besar agak kesulitan, karena kalau masuk dari Baturaja (OKU) sedikitnya ada 14 jembatan yang harus dilewati, sementara jika melewati Ogan Ilir ada tiga jembatan yang kondisinya tidak begitu lebar dan sulit dilewati kendaraan besar.
Lokasi pembangunan turap ini, menurut Jamakir, memang masuk lokasi rawan longsor. “Dulu lokasi itu hanya dipasang bronjong menggunakan kayu gelam. Namun setelah diusulkan ke provinsi, dibangun turap permanen untuk menahan arus sungai yang menghantam pinggir jalan,” katanya. (ono/SRIPO)


















Tinggalkan Balasan