Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama pemerintah daerah Tarakan Kalimantan Timur memperkuat pertahanan di perbatasan wilayah antara Indonesia dan Malaysia. Hal ini guna memperkecil jalur masuk pelaku kejahatan seperti penyelundupan atau pelaku terorisme ke Indonesia.Penguatan itu dilakukan dengan cara bertahap, di antaranya membangun Markas Komando (Mako) TNI Brigade Infanteri (Brigif) Angkatan Darat, Lapangan Udara (Lanud) Angkatan Udara, dan Pangkalan Utama (Lantamal) Angkatan Laut di daerah tersebut.
Panglima Daerah Militer (Pangdam) VI Tanjung Pura Mayjen TNI George Robert Situmeang mengatakan, sebagai perbatasan Indonesia-Malaysia, Tarakan memiliki tingkat kerawanan tinggi bagi keluar masuknya para penyelundup. Karena itu, perlu upaya mengembangkan kekuatan di wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI II) itu.
“Saat ini, kita tengah mengupayakan pembangunan kekuatan, seperti pembangunan satu Brigif, lalu menyusul tahun berikutnya akan di bangun satu Batalion Kavaleri, terus satu Batalion Armed,” ujar Situmeang. Situmeang mengakui, tanda-tanda ancaman terorisme memang belum terlihat. Namun, dia melihat berbagai aksi kejahatan yang mengarah pada tindakan teroris itu sering muncul, seperti penyeludupan bahan-bahan peledak dan amunisi.
Menurut dia, kegiatan penyelundupan bahan peledak tersebut perlu diwaspadai, mengingat aksi perompakan yang dilakukan sekelompok orang berasal dari Filipina sering terjadi. “Makanya, kita juga membuat pos-pos pengamanan di sana, seperti di tanjung harapan, ini bertujuan juga mengatasi para perompak-perompak dari Filipina,” jelasnya.
Selain itu, sebagai antisipasi keluar masuknya pihak asing, TNI saat ini tengah meningkatkan kegiatan intelijen di wilayah tersebut, khususnya di Nunukan. “Kita tahu Malaysia sudah melakukan operasi tersebut. Karena itu, untuk mengantisipasi mereka (perompak Filipina) lolos ke Kaltim, kita juga melakukan operasi yang sama dengan meningkatkan kegiatan intelijen,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Tarakan, Kalimantan Timur, Jusuf SK mengatakan, pembangunan tersebut penting mengingat wilayah Tarakan Kaltim ini berbatasan langsung dengan Malaysia. (amril/sindo)


















Tinggalkan Balasan ke yudhistiro nugrohoBatalkan balasan