Untuk mengantisipasi lonjakan angkutan penumpang dan barangpada saat Hari Raya Idul Fitri 1428 Hijriah, Dinas Perhubungan (Dishub) Kab. Muara Enim membentuk enam posko pengendalian Lebaran.
”Enam posko tersebut, yakni posko utama di kantor Dishub Muara Enim,lalu posko I di terminal samping Kodim 0404 Muara Enim, posko II di Terminal Pasar Tanjung Enim, posko III di Terminal Pasar Talang Ubi Kota Pendopo, posko IV merupakan posko mobil patroli, dan posko terpadu posko koordinasi antara Dishub dan Kepolisian Resor (Polres) Muara Enim,” terang Kadishub Muara Enim A Haswan Bainur, Kamis (27/9).
”Potensi angkutan yang disiapkan Dishub Muara Enim untuk menghadapi Idul Fitri 2007 ini jumlah bus AKDP sebanyak 81 unit, lalu bus perdesaan sebanyak 30 unit, dan angkutan desa (angdes) jenis pick up dan angkot sebanyak 702 unit. Jadi, total angkutan yang tersedia sebanyak 813 unit,” sebutnya. Pada Idul Fitri tahun 2007 diprediksi adanya peningkatan sebesar 20% menggunakan kendaraan pribadi dari 800 kendaraan yang melintas pada hari-hari biasa, terutama kendaraan pribadi dari Pulau Jawa ke Sumatera yang melalui jalan Kab Muara Enim selama Idul Fitri menjadi 800–1.000 kendaraan per hari. Selain itu, pihaknya juga akan menginventarisasi daerah rawan kecelakaan, longsor, dan daerah rawan kemacetan.
Daerah rawan longsor, yakni Jalan Lintas Muara Enim–Baturaja tepatnya di daerah Simpang Meo, Pandan Enim, Kec Tanjung Agung. Sedangkan daerah rawan banjir, yakni Simpang Niru, Kec Rambang Dangku dan Ujanmas, Kec Ujanmas. Untuk daerah rawan kemacetan karena adanya pasar tumpah, yakni Desa Padu Raksa dan Lebak Budi Kec Tanjung Agung, Kota Tanjung Enim dan Kota Muara Enim, Desa Pagar Agung, Kec Lubai dan Desa Cinta kasih, Desa Gunung Megang, Kec Gunung Megang.
Dishub Muara Enim juga memberikan imbauan kepada pihak organisasi angkutan darat (Organda) untuk memaksimalkan mengoperasikan angkutannya selama Lebaran, lalu mengimbau Dinas Kesehatan Muara Enim agar puskesmas atau puskesmas pembantu di Jalan Negara tetap buka selama 1×24 jam selama masa angkutan Lebaran terjadi. Dinas Bina Marga Muara Enim, diharapkan selalu menyiagakan alat berat bila sewaktu-waktu dibutuhkan apabila terjadi bencana alam berupa longsor dan banjir.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau pemilik stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dalam Kab Muara Enim agar siaga selama 24 jam secara penuh dengan kondisi persiapan BBM yang mencukupi. Mengenai pemberlakuan tarif angkutan Lebaran (tuslah) saat Lebaran nanti, dia menegaskan, pihaknya belum mendapat petunjuk dari Departemen Perhubungan. [sindo/infokito]










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan