Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kab. Banyuasin Iskandar mengatakan, Banyuasin memiliki 12 titik rawan kemacetan. Untuk mencegah kemacetan, pihaknya menyiapkan beberapa posko, terutama menjelang Idul Fitri.
“Ke-12 titik rawan tersebut, di antaranya Desa Air Batu, Sungai Rengit, Sembawa, Pangkalan Balai, dan Sembawa. Kemacetan tertinggi akan terjadi pada H-3 dan H+3 menjelang dan sesudah Lebaran,” katanya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, sebagai antisipasi, Dishub mendirikan tiga posko yang terdapat di Betung, Pangkalan Balai, dan Sukajadi. Sebab, ketiga tempat tersebut merupakan daerah paling rawan kemacetan. “Untuk satu posko kita siapkan delapan petugas. Di dalamnya nanti ada pihak kepolisian, Pol PP, kesehatan, dan ORARI. Jadi semua pihak tergabung dalam penanganan arus mudik dan arus balik Lebaran,” jelasnya.
Bahkan, menurut Iskandar, pendirian posko tidak hanya ditempatkan di daerah daratan. Akan tetapi, daerah perairan juga didirikan posko. Di antara daerah perairan yang akan mendapatkan pengawasan posko Dishub, yaitu Sungsang, Simpang PU, dan Muara Kumbang.
“Karena kita adalah daerah perairan, maka pendirian posko pun kita lakukan di daerah perairan. Jadi, apabila terjadi yang tidak diinginkan, maka pihak kita telah siap melakukan pertolongan,” katanya. Selanjutnya Iskandar menjelaskan, saat ini kendaraan yang melewati Banyuasin sebanyak 3.000 kendaraan setiap hari, baik roda dua maupun roda empat. Arus mudik akan diperkirakan naik sekitar 10%–15%.
“Untuk di Banyuasin kita telah menyiapkan angkutan desa (angdes) sebanyak 400 unit. Para sopir telah siap apabila terjadi lonjakan permintaan kendaraan dari masyarakat. Kita juga siap mengantisipasi kendaraan, baik arus mudik maupun balik Lebaran,” tuturnya. Dia mengatakan, pada hari H-3 dan H+3 ada beberapa jenis kendaraan berat yang tidak diperbolehkan melintasi jalan Banyuasin.
Hal tersebut sebagai salah satu upaya agar tidak terjadi kemacetan. “Kalau di Jawa itu sudah ditentukan, tapi di sini masih menunggu instruksi dari provinsi. Mengenai jenis kendaraannya, hanya truk-truk besar dari luar Sumatera. Mereka ini nanti ada jam khusus untuk bisa melewati jalan Banyuasin, karena Banyuasin merupakan salah satu Jalintim di Sumatera,” terangnya.
Anggota Komisi IV DPRD Banyuasin Rusdi Hasir mengatakan, untuk mengantisipasi kemacetan yang terjadi di musim Lebaran, Pemkab Banyuasin harus menyiapkan semaksimal mungkin agar arus lalu lintas berjalan lancar.
“Kalaupun ada polisi lalu lintas, tidak menuntut kemungkinan semua pihak dapat membantu. Bahkan, menurut saya di posko yang didirikan nanti sebaiknya ada tempat istirahat yang dapat dipergunakan oleh pengemudi. Selain itu, nantinya ada tim kesehatan dan masyarakat mungkin bisa dimintai bantuan,” katanya. [sindo/infokito]


















Tinggalkan Balasan