Sime Darby Plantation, investor dari Malaysia yang selama ini menggarap sektor perkebunan, berminat menggarap sektor batu bara di Sumatra Selatan (Sumsel). Sumsel menyumbang 40 per sen produksi batu bara nasional. Keinginan investor negeri jiran tersebut disampaikan Amir Mahmood, Head Corporate Communication Sime Darby pada acara South Sumatera Initiative yang dilaksanakan BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sumsel, di Palembang, Rabu (19//8).
Menurut Amir Mahmood, perusahaan Malaysia yang telah menanamkan investasinya di bidang perkebunan di Sumsel kini akan mengembangkan sektor pertambangan khususnya batu bara. ‘’Untuk melaksanakan investasi tersebut kami masih perlu beberapa tahapan sampai kepada kesepakatan dan kesepahaman,’’ kata Amir.
Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, yang membuka pertemuan tersebut mengatakan, potensi pertambangan di Sumsel belum digarap optimal. Terutama untuk batu bara, potensi yang tersedia tidak habis dieksploitasi sampai 1.800 tahun ke depan. ‘’Cadangan batu bara nasional 22,24 milliar ton dan 40 persen di antaranya disumbang dari Sumsel. Karenanya wajar kemudian kalau provinsi ini dikenal sebagai provinsi lumbung energi. Hanya saja, penggarapannya baru bisa mencapai 10 juta ton per tahun,’’ kata Alex.
Saat ini pemain besar di Sumsel baru PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk dengan produksi tahun lalu 10 juta ton per tahun. Diakui bahwa investasi di sektor pertambangan Sumsel masih terkendala sarana transportasi, seperti jalur kereta api dari pelabuhan Tanjung Api Api ke Muara Enim-Lahat. Namun Alex meyakinkan dibangun jalur kereta api rel ganda. Sementara itu, Ketua Umum BPP Hipmi, Erwin Aksa, meminta agar pemerintah daerah menekan pemerintah pusat agar dapat mengembangkan sumber daya alam Sumsel yang cukup besar.
Para pengusaha dari Malaysia tersebut berkunjung ke Palembang atas undangan BPP Hipmi dan BPD Hipmi Sumsel. Pertemuan antara pengusaha Malaysia-Indonesia yang berlangsung selama dua hari tersebut membahas peluang investasi di provinsi tersebut. Dipilihnya Sumsel sebagai tuan rumah karena sebagian pengusaha Malaysia tersebut sudah ada yang menanamkan investasi di provinsi ini.
Di hadapan para pengusaha Malaysia, Ketua BPD Hipmi Sumsel, Dodi Reza Alex, menjelaskan bahwa Sumsel memiliki potensi yang sangat besar di bidang perkebunan dan pertambangan. Upaya optimalisasi potensi ini dilakukan pemerintah daerah, antara lain rencana pelabuhan Tanjung Api Api yang bakal mendorong produksi batu bara di Sumsel.*oed/republika



















Tinggalkan Balasan ke yusrizal firdausBatalkan balasan