infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Sopir Tolak Trayek Baru

Indeks • Download • Galeri • Promosi • Pranala • Cari

Penghapusan lima trayek angkutan kota (angkot), dampak dari rencana pengoperasian bus Trans Musi tahun 2009 ini ditentang para sopir. Mereka menilai trayek baru yang dikembangkan sebagai bentuk ancaman.

“Katanya, trayek yang sekarang kita jalani akan dihapus, karena bersinggungan dengan bus Trans Musi. Kita mau dialihkan ke trayek pinggiran kota. Kalau begitu, habislah pendapatan kita,” ungkap Ediyanto, warga Perumnas saat dibincangi Sumatera Ekspres ketika istirahat bersama rekannya di kawasan Asrama Polisi (Aspol) Km 5,5 depan RS Ernaldi Bahar kemarin (13/7).

Sopir angkot Km5-Ampera ini menilai rute baru yang ditawarkan Dishub, Km5-Sako (masuk dari arah Sukabangun) bakal sepi penumpang. Tahun 2003 lalu, katanya, sudah ada angkot warna ungu beroperasi pada rute tersebut. Hasilnya, angkot tersebut mati sendirinya. “Itu tadi. Tidak ada  penumpangnya.”

Masalah lain yang cukup riskan, tambah dia, tukang ojek kawasan Sukabangun I dan II telah mendengar rencana pengalihan rute tersebut dan mereka tidak sepakat. Menurut Edi, hal itu sangat wajar. Sebab, tukang ojek mempunyai kewajiban menghidupi keluarganya.

“Waktu angkot masuk, pasti tukang ojek yang berada di tiap gang pencahariannya juga mati. Kami ini sudah diancam pake parang oleh tukang ojek daerah Sukabangun itu, kalau berani masuk ke daerah itu,” jelas Edi diamini teman-temannya.

Edi menyakini kawasan pinggiran tersebut juga tidak akan banyak menampung penumpang. “Di dalam kota bae penumpang la dikit. Apo lagi nak di dalam kota. Idak hidup anak bini kami,” ucapnya cepat.

Ia manyarankan agar Dishub mengurangi jumlah angkot saat ini. Pasalnya, sudah tidak seimbang dengan jumlah penumpang yang ada. “Rata-rata kami cuma nyopir. Sehari mesti nyetor Rp90 ribu. Duet bersih dak tentu. Rp15 ribu, sampe Rp20 ribu,” ungkap salah satu sopir lainnya. (mg17/sumeks)

98 hit

harga emas • world monitor • almanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

0600137782


Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan Tahun 2026 [ detail ]

Rp3.942.963

Upah Minimum Kota (UMK) Palembang Tahun 2026 [ detail ]

Rp4.192.837

BI RATE


PERTALITE
Rp10.000

PERTAMAX
Rp16.300

PERTAMAX TURBO
Rp20.000

BIO SOLAR
Rp6.800

DEXLITE
Rp24.200

DEX
Rp25.750

BRIGHT GAS 12 KG
Rp232.000

BRIGHT GAS 5,5 KG
Rp111.000

Golongan Daya Listrik Tarif (Rp/kWh)
R-1 (Subsidi) 450 VA Rp415/kWh
R-1 (Subsidi) 900 VA Rp605/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 900 VA Rp1.352/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 1.300 VA – 2.200 VA Rp1.444,70/kWh
R-2 3.500 VA – 5.500 VA Rp1.699,53/kWh
R-3 ≥ 6.600 VA Rp1.699,53/kWh

2 responses to “Sopir Tolak Trayek Baru”

  1. Avatar rizal

    Saya tdk sependapat dg pandangan Pemkot Palembang bahwa yg membuat macet lalu lintas dalam kota Palembang adalah angkot. Menurut saya yg punya andil besar dalam membuat macet adalah kendaraan pribadi. Jadi solusinya bukan menghapus trayek angkot, tetapi mengurangi jumlah angkot atau menghilangkan tumpang tindih dalam suatu trayek.

    Bagaimanapun angkot dlm kota masih sangat diperlukan sbg sarana pengumpan (feeder) bagi bus Transmusi dan sbg sarana transportasi untuk menjangkau pelosok/sudut2 kota.

  2. Avatar dani
    dani

    kalau saya sangat setuju angkot trayek baru untuk jurusan sako – km 5, soalnya di daerah tersebut sudah banyak pemukuman penduduk. daerah tersebut akan semakin cepat apabila ada angkotnya dan menjadikan harga tanah dan rumah menjadi lebih mahal. kepada tukang ojek yang pasti penumpangnya pasti ada aja (rezeki ada yang ngatur men )

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect