Menyusul naiknya harga BBM, tarif angkutan umum di Lahat naik bervariasi antara penumpang umum dan pelajar. Tarif pelajar naik dari Rp 1.000 menjadi Rp 1.500 dan penumpang umum naik dari Rp. 2.000 jadi Rp. 2.500 itu sesuai hasil rapat dipimpin Asisten III Tajuddin SH, dihadiri anggota dewan, aparat Dishub, Organda, perwakilan sopir, dan Bagian Ekonomi di kantor Dishub Lahat, Kamis (29/5).
Semula para sopir mengusulkan tarif angkot bagi penumpang dewasa Rp. 3.000 dan pelajar Rp. 2.000 dengan alasan selain kenaikan harga BBM juga mereka harus bersaing dengan ojek motor yang umumnya beroperasi tidak menggunakan trayek atau rute seperti angkot.
Kenaikan tarif yang sama juga berlaku di Martapura. Hasil rapat gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub) OKU Timur, perwakilan sopir, para camat dan unsur kepolisian, bertempat di Aula Bina Praja Pemkab OKU Timur kemarin, tarif pelajar naik dari Rp 1000 menjadi Rp 15000; penumpang umum dari Rp. 2000 naik
Rp. 2500; Pasar Martapura-Gumawang Belitang dari Rp.8000 naik Rp 10000; Pasar Martapura-Sukamaju dari Rp. 6000 naik Rp 7500; Martapura- Baturaja dari Rp 6000 naik Rp 7500. Tarif ini berlaku efektif 1 Juni nanti.
Dari Banyuasin dilaporkan, sejumlah pengemudi kapal motor tempel (speedboat) yang biasa beroperasi di Sumber Desa Telukbetung Kecamatan Pulaurimau sudah sejak seminggu ini ramai-ramai menaikan tarif angkutan. Rute Sumber Teluk Betung- Desa Penuguan naik menjadi Rp 150 ribu dari sebelumnya Rp 100 ribu; Sumber- Karang Agung Ulu dari Rp 250 ribu menjadi Rp 350 ribu; Sumber-Desa Mukut Pulaurimau menjadi Rp 75 ribu dari Rp 45 ribu.
(ase/hr/udn/SRIPO)


















Tinggalkan Balasan