Setelah beberapa kali tertunda, pembangunan Pasar Plaju akhirnya terlaksana juga. Terminal Plaju yang menjadi lokasi pembangunan pasar sudah ditutup total. Aktivitas sepenuhnya dipindahkan ke luar terminal. Tampak puluhan pekerja sibuk dengan pengerjaan pembuatan tiang untuk fondasi dengan dibantu sebuah alat berat.
Direktur PD Pasar Palembang Jaya, Drs Syarifuddin Azhar, MM mengakui bahwa semua proses administrasi mengenai penukaran tempat antara terminal Plaju dan Pasar Plaju sudah selesai, seperti dilansir harian sumeks. Pada dasarnya, kata Syarifuddin, kedua lahan tersebut merupakan milik Pemerintah Kota Palembang. “Proses administrasi yang dibahas beberapa waktu lalu hanyalah masalah peruntukkannya saja supaya pengaturannya lebih jelas. Terutama dalam pengoperasian kedua tempat tersebut,” jelas Syarifuddin.
Menurut Direktur PT Putra Palembang H Ibnu Hibban, sebagai kontraktor utama, Pasar Tradisional Modern Plaju akan dibangun dua lantai dengan luas lebih kurang 6.000 meter persegi. Bangunan akan memiliki panjang 112 meter dan lebar 44 meter, serta 280 buah tiang fondasi, dengan target penyelesaiannya pada Mei 2008.
Terpisah Kepala Terminal Plaju M Silaban melaui Azhari mengatakan, dengan dibangunnya Pasar Plaju yang menempati Terminal Plaju tentunya semua angkot dan bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang beroperasi di dalamnya untuk sementara waktu dipindahkan ke Jl Kapten Abdullah di samping pasar lama hingga simpang Bakaran. Setelah pasar selesai dibangun, terminal akan menempati area pasar lama yang akan dibongkar. Trayek angkutan umum yang beroperasi di Terminal Plaju ini diantaranya angkot dengan rute Mariana, Sungai Kedukan Meritai dan Sungai Dua. [infokito]
















Tinggalkan Balasan