infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Kreativitas PTN Ancam Kualitas Pendidikan

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Dunia pendidikan tinggi semakin memprihatinkan. Salah satu penyebabnya adalah mereka yang secara akademik tidak memiliki kualitas tapi mampu membayar uang masuk hingga ratusan juta rupiah, dapat diterima di PTN.

Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) sendiri sebenarnya resah dengan mekanisme penerimaan mahasiswa baru yang dilakukan perguruan tinggi badan hukum milik negara (PT BHMN). Lantaran tergiur meraup dana maksimal dari mahasiswa baru, sejumlah PTN nekat membuka penerimaan mahasiswa yang tidak berbanding lurus dengan kemampuan daya dukung universitas.

“Sejumlah PTN memang kebablasan dalam seleksi mahasiswa baru. Penerimaan dilaku kan tanpa becermin pada daya dukung kampus,” keluh Sekjen Depdiknas Dodi Nandika.

Depdiknas paham bahwa jika hal seperti itu dibiarkan, dapat berdampak pada mutu lulusan PTN yang bersangkutan. Lantaran itu, Depdiknas bakal memanggil sejumlah rektor.

“Kita harus kembali duduk bersama,” tukas Dodi. Menurutnya, perlu segera digagas secara bersama, panduan dan garis besar baru seleksi penerimaan mahasiswa.

Namun, tambahnya, pembenahan yang dilakukan tidak akan sampai mereduksi tataran otonomi kampus karena telah diputuskan bahwa penerimaan mahasiswa diserahkan pada institusi masing-masing.

Selain mutu, pembuatan berbagai jalur penerimaan baru tentunya juga berimbas pada membengkaknya biaya yang wajib dikeluarkan calon mahasiswa. Alhasil, situasi itu tentunya bakal memperkecil peluang pelajar dari keluarga berkantong tipis.

Keprihatinan yang sama juga dikemukakan pengamat pendidikan Utomo Dananjaya. Dia mengatakan dengan perubahan status sejumlah PTN menjadi BHMN biaya masuk menjadi mahal. “BHMN telah menunjukkan bagaimana rakusnya PTN memungut uang dari mahasiswa melalui jalur khusus,” kata Utomo.

Mengenai mahalnya biaya masuk PTN, Utomo memberi contoh Institut Teknologi Bandung (ITB). PTN itu telah menerima 1.000 calon mahasiswa melalui jalur khusus dengan biaya minimal Rp45 juta pada 2008. ”Bagi orang kaya, uang sebesar itu tidak menjadi masalah,” kata Utomo yang juga Direktur Institute for Reform Education Universitas Paramadina.

Berdasarkan penelusuran Media Indonesia di sejumlah PTN baik yang telah berubah status menjadi BHMN maupun yang belum, calon mahasiswa harus membayar hingga ratusan juta rupiah untuk masuk.

Universitas Gadjah Mada (UGM), misalnya, mewajibkan calon mahasiswa fakultas kedokteran yang masuk melalui penelusuran bibit unggul pembangunan daerah membayar maksimal Rp125 juta.

Menurut Sekretaris Direktur Administrasi Akademik UGM Yogyakarta Agus Wiranto, dana sumbangan itu naik jika dibandingkan dengan tahun lalu, yakni sebesar Rp100 juta.

Tahun ini UGM merekrut 6.000 mahasiswa. Dari jumlah itu, yang diterima melalui seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) hanya sebanyak 18%, dan sisanya melalui penelusuran bibit unggul dan seleksi ujian tulis.

Universitas Indonesia (UI) pun tidak jauh berbeda. Tahun ini, UI merekrut calon mahasiswa melalui SNMPTN hanya 5% dari 5.500 mahasiswa S-1 reguler dan paralel. Sisanya melalui jalur khusus. Uang pangkal S-1 reguler baik melalui SNMPTN maupun jalur khusus Rp25 juta.

Biaya puluhan juta rupiah juga ditetapkan ITB bagi calon mahasiswa yang masuk melalui jalur khusus. Wakil Rektor Bidang Akademik ITB Adang Surahman mengatakan sumbangan melalui jalur khusus untuk lokal di atas Rp25 juta dan nasional di atas Rp50 juta.

Tahun ini ITB merekrut 4.000 calon mahasiswa dengan perincian S-1 sebanyak 3.000 mahasiswa dan S-2 sebanyak 1.000 orang, melalui jalur lokal dan nasional. (Tim/S-3)

***Deri Dahuri – Media Indonesia

universitas di indonesia

34 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

0600137768


Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan Tahun 2026 [ detail ]

Rp3.942.963

Upah Minimum Kota (UMK) Palembang Tahun 2026 [ detail ]

Rp4.192.837

BI RATE


PERTALITE
Rp10.000

PERTAMAX
Rp16.300

PERTAMAX TURBO
Rp20.000

BIO SOLAR
Rp6.800

DEXLITE
Rp24.200

DEX
Rp25.750

BRIGHT GAS 12 KG
Rp220.000

BRIGHT GAS 5,5 KG
Rp106.000

Golongan Daya Listrik Tarif (Rp/kWh)
R-1 (Subsidi) 450 VA Rp415/kWh
R-1 (Subsidi) 900 VA Rp605/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 900 VA Rp1.352/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 1.300 VA – 2.200 VA Rp1.444,70/kWh
R-2 3.500 VA – 5.500 VA Rp1.699,53/kWh
R-3 ≥ 6.600 VA Rp1.699,53/kWh

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Tulisan Terbaru

Tulisan Teratas

■■■ [dompet dhuafa] Satukan Solidaritas Bantu Palestina ■■■


Kenali Produk PT Pusri Palembang

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca