Dana pengalihan subsidi atas kenaikan BBM yang semula dipatok pada angka Rp 200 miliar dalam program Bantuan Khusus Mahasiswa (BKM) membengkak 100 persen. Pemerintah untuk tahun 2008 menyediakan dana sebesar Rp 443 miliar kepada 165.100 mahasiswa untuk perguruaan tinggi, dan Rp 58,7 miliar untuk 48.900 mahasiswa di perguruan tinggi agama.
“Itu semua dari APBN. Tahun 2009 kita sudah masukan mahasiswa miskin untuk perguruan tinggi negeri itu jumlahnya 249.200 mahasiswa dengan dana sekitar Rp 567 miliar. Dan untuk perguruan tinggi agama ada sekitar 65 ribu mahasiswa dengan dana senilai Rp 78 miliar,” ujar Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/ Kepala Bappenas Paskah Suzetta usai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (30/5).
Menurut Paskah, dana yang terus meningkat ini bukan semata-mata untuk membungkam aksi mahasiswa di sejumlah daerah Indonesia. “Presiden menegaskan bahwa dalam APBN itu sudah dialokasikan, jadi bukan program dadakan, dan bukan untuk menyogok demonstrasi, ” pungkasnya.
Sebelumnya, Pemerintah, dalam hal ini Presiden SBY, mengintruksikan untuk membagikan dana pengalihan subsidi atas kenaikan BBM sebesar 28.7 persen. Pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp 200 miliar dalam program Bantuan Khusus Mahasiwa (BKM) yang akan dibagikan mulai bulan Juli kepada 400. ribu mahasiswa dari 83 perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Dana ini akan disalurkan melalui Departemen Keuangan kepada Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Pihak Depdiknas kemudian menyerahkan dana BKM kepada para Rektor untuk dibagikan kepada mahasiswa. Program ini rencananya akan diteruskan tahun 2009 setelah disetujui DPR terlebih dahulu.(Persda Network/ade mayasanto)


















Tinggalkan Balasan