infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Kopi Stek Makin Digandrungi

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Untuk mendukung produksi kopi berkualitas ekspor, masyarakat Kota Pagaralam kini mulai melirik atau mengembangkan kopi stek. Selain buahnya lebih banyak dari kopi biasa, perawatan kopi yang dikembangbiakkan melalui stek ini tidak rumit serta tahan hama.

Hanya saja, saat panen atau memetik buahnya, harus benar-benar matang atau masak. Hal ini untuk meningkatkan kualitas biji kopi yang akan dihasilkan nantinya. Sementara itu, hingga saat ini sudah hampir 60% petani kopi yang sudah berupaya untuk meningkatkan hasil panen atau buah kopi dengan melakukan stek.

Didi, 28, petani asal Pagar Banyu, mengungkapkan, sekarang ini untuk mengupayakan peningkatan hasil panen kopi dari biasanya, dirinya telah melakukan penyetekan terhadap pohon kopi yang ada di kebunnya.

Stek dilakukan untuk pohon kopi yang hasilnya sedikit, lalu dikawinkan dengan pohon yang buahnya banyak. Didi menjelaskan, untuk melakukan penyetekan tidak bisa dilakukan sembarangan, harus dipilih bibit kopi yang bagus.

“Untuk menyetek kiranya dapat memilih bibit yang baik. Ini agar hasil yang akan didapat nantinya dapat sesuai dengan apa yang diinginkan,” ujar Didi, seraya mengatakan bahwa dalam melakukan penyetekan diharapkan pada musim penghujan agar kopi yang distek tidak layu dan mati.

Bila kopi tidak dilakukan penyetekan, ulas Didi, maka paling banyak buah yang dihasilkan mencapai 1,5 kg per pohon. Tetapi, bila kopi stek ditambah dengan kualitas unggul, paling sedikit biji kopi yang dihasilkan 3 kg per pohon.

“Memang kopi stek hasilnya lebih banyak dari kopi yang tidak dilakukan penyetekan. Untuk kopi stek bisa menghasilkan biji hingga mencapai 5 kg per pohon. Bayangkan saja, jika semua petani melakukan penyetekan, pasti hasil yang didapatkan akan banyak,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kota Pagaralam HA Kadir mengatakan, saat ini petani kopi sudah banyak yang melirik pengembangan budi daya kopi stek.Dari hasil yang sudah dilakukan,petani memang cukup berhasil, buahnya cukup lebat.

“Untuk sekarang ada sejumlah daerah yang sudah membudidayakan kopi dengan cara stek dan sudah beberapa kali panen, seperti di Muarasiban, Kerinjing, Dempo Tengah dan sejumlah daerah lainnya,” tukasnya.

Kadir menjelaskan, sekarang pihaknya sedang melakukan uji coba terhadap 800 batang kopi stek. Jika berhasil, lahan dan pohon akan diperbanyak lagi menjadi 1.000–1.500 batang.

“Diharapkan semua petani untuk melakukan pengembangan budi daya kopi stek yang sudah banyak dikembangkan petani kopi di daerah Dempo Utara dan Dempo Selatan,” ujarnya. (yayan darwansah/SINDO)

•••

1,965 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

0600137768


Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan Tahun 2026 [ detail ]

Rp3.942.963

Upah Minimum Kota (UMK) Palembang Tahun 2026 [ detail ]

Rp4.192.837

BI RATE


PERTALITE
Rp10.000

PERTAMAX
Rp16.300

PERTAMAX TURBO
Rp20.000

BIO SOLAR
Rp6.800

DEXLITE
Rp24.200

DEX
Rp25.750

BRIGHT GAS 12 KG
Rp220.000

BRIGHT GAS 5,5 KG
Rp106.000

Golongan Daya Listrik Tarif (Rp/kWh)
R-1 (Subsidi) 450 VA Rp415/kWh
R-1 (Subsidi) 900 VA Rp605/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 900 VA Rp1.352/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 1.300 VA – 2.200 VA Rp1.444,70/kWh
R-2 3.500 VA – 5.500 VA Rp1.699,53/kWh
R-3 ≥ 6.600 VA Rp1.699,53/kWh

One response to “Kopi Stek Makin Digandrungi”

  1. Avatar aldy
    aldy

    bagaimana cara perawatan kopi stek yang benar agar hasil panen sesuai dengan yang diharapkan……..
    trus kalo pupuk untuk buah dengan untuk mengindari buah dari semut itu apa ya yang baik…….

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Tulisan Terbaru

Tulisan Teratas

■■■ [dompet dhuafa] Satukan Solidaritas Bantu Palestina ■■■


Kenali Produk PT Pusri Palembang

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca