infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Batu Beghamben dan Panen Kopi

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

DESA Tanjungberingin terletak di ujung dari Kantor Kecamatan Kotaagung Lahat. Menuju Desa Tanjung Beringin tidak sulit. Jaraknya sekitar satu Km dari Kantor Kecamatan, dengan jalan beraspal. Sebelum tiba di Desa Tanjungberingin, tampak SMA 1 Kotaagung, SMP dan SD. Rumah para penduduk di sepanjang jalan menuju Desa Tanjungberingin sudah batu semua.

Sebagian masih bertahan dengan rumah panggung. Memasuki Desa Tanjungberingin nuansa kensunyian sangat terasa. Tidak ada kegiatan berarti yang dilakukan warga setempat. Warga hanya duduk ngobrol di bawah rumah atau pun di tangga. Anak-anak malah banyak bermain di pematang sawah.

Mata pencaharian penduduk setempat berkebun kopi dan bersawah. Di luar itu, warga sebagian ada yang
berternak kambing dan sapi. Sapi di Desa Tanjungberingin sering menjadi incaran bagi warga Kotaagung untuk dijadikan hewan kurban karena sapinya gemuk-gemuk.

Dibanding dengan desa lain di Kecamatan Kotaagung, Desa Tanjung beringin termasuk tertinggal di sektor penerangan. Untuk menghidupkan lampu dan peralatan elektronik, warga menggunakan mesin genset. Setiap warga memiliki mesin genset. Biasanya dipergunakan untuk penerangan malam hari.

Jumlah penduduk Desa Tanjungberingin sekitar 250 Kepala Keluarga dengan tingkat pendidikan paling tinggi SMA. Jika tidak melanjutkan pekerjaan ke luar kota , kebanyakan membantu orangtua berkebun dan bersawah. Untuk membantu persalinan kaum ibu, Desa Tanjungberingin memiliki tiga orang dukun bayi, yang sudah terlatih secara turun menurun ditambah lagi dengan pelatihan dari staf kesehatan Kecamatan Kotaagung.

Di Desa Tanjungberingin, terdapat batu beghamben atau batu sepasang suami istri yang sedang mengendong anaknya. Suaminya berkepala besar, sedangkan istrinya berada di sampingnya, kepalanya lebih kecil. Anak mereka berada di punggungan ibunya, yang diikat dengan kain. Demikian gambaran batu beghamben ini.

Tak jauh dari Batu ini terdapat lempengan batu di atas tanah. Diyakini, warga setempat, sebagai tikar milik sepasang suami istri tadi. Dua batu ini sama-sama terdapat areal perkebunan kopi milik warga bernama Menhir.

Asroni, warga setempat, menuturkan, cerita batu beghamben ini, bermula dari datangnya orang sakti yang diyakini Si Pahit Lidah, dalam lidah orang Besemah disebut lidah pahit. Saat Lidah Pahit ini melintas, sepasang suami istri ini sedang menjemur kopi di atas tikar. Karena tidak menghiraukan teguran Lidah pahit, terkutuklah suami istri beserta anaknya menjadi batu. Begitulah ceritanya.

Di luar cerita itu, pemilik kebun, Menhir, seperti dikatakan Asroni, seperti mendapat berkah dari keberadaan batu beghamben ini. Produksi kopinya terus meningkat sejak adanya batu yang sudah ribuan tahun ini. Di saat kebun kopi milik warga lainnya, berkualitas rendah, kopi milik Menhir, tetap terjaga kualitasnya. “Dan itu sudah menjadi rahasia umum warga disini soal kebun kopi Menhir,” katanya.

Meski demikian, warga Desa Tanjungberingin, tidak menganggap batu ini sebagai bagian dari arwah nenek moyang mereka. Namun warga tidak berani menggangu dalam arti mencongkel sedikit pun dari batu ini.
“Setahu saya belum ada yang datang ke sini, meneliti batu ini,” demikian Asroni.(syh/SRIPO)

•••

58 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

0600137768


Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan Tahun 2026 [ detail ]

Rp3.942.963

Upah Minimum Kota (UMK) Palembang Tahun 2026 [ detail ]

Rp4.192.837

BI RATE


PERTALITE
Rp10.000

PERTAMAX
Rp16.300

PERTAMAX TURBO
Rp20.000

BIO SOLAR
Rp6.800

DEXLITE
Rp24.200

DEX
Rp25.750

BRIGHT GAS 12 KG
Rp220.000

BRIGHT GAS 5,5 KG
Rp106.000

Golongan Daya Listrik Tarif (Rp/kWh)
R-1 (Subsidi) 450 VA Rp415/kWh
R-1 (Subsidi) 900 VA Rp605/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 900 VA Rp1.352/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 1.300 VA – 2.200 VA Rp1.444,70/kWh
R-2 3.500 VA – 5.500 VA Rp1.699,53/kWh
R-3 ≥ 6.600 VA Rp1.699,53/kWh

2 responses to “Batu Beghamben dan Panen Kopi”

  1. Avatar Taufik Hartawan
    Taufik Hartawan

    Thanks atas informasi tentang sejarah batu beghamben, harapan saya kalau bisa lebih banyk lg artikel2 sejarah yang dapat di publikasikan…

  2. Avatar frenki
    frenki

    parak nge dusun kite tanjung kurung ilir…
    mantap die ceh

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Tulisan Terbaru

Tulisan Teratas

■■■ [dompet dhuafa] Satukan Solidaritas Bantu Palestina ■■■


Kenali Produk PT Pusri Palembang

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca