Usaha komoditas salak di Kota Pagaralam saat ini sangat menjanjikan. Sayangnya, bisnis buah berkulit cokelat ini terkendala pada pendistribusian atau pemasaran. Saat ini sudah banyak tanaman salak milik petani yang sudah menghasilkan buah salak berkualitas bagus.
Tanaman salak jenis pondoh tersebut tersebar di berbagai daerah di Kota Pagaralam, seperti Tanjung Payang, Gunung Dempo, Kerinjing, dan daerah berlahan subur lainnya. Tetapi, untuk pemasaran, petani hanya menjual di kebun saja, itu pun kalau ada orang yang datang. Jadi, wajar jika petani salak di Kota Besemah (julukan Kota Pagaralam) ini kini sangat membutuhkan sebuah koperasi untuk menampung produksi buah salak sebelum dipasarkan.
Endang, 40, salah seorang petani salak di kawasan Gunung Dempo, mengatakan, dalam satu minggu, setiap 1 hektare tanaman salak bisa menghasilkan 250–300 kg buah.
“Kalau ada koperasi, nantinya salak milik petani bisa dijual ke koperasi. Ini agar jumlahnya dapat memenuhi kebutuhan di daerah luar,” ujar Endang seraya mengatakan, untuk saat ini, salak hanya dijual kepada pengunjung saat libur.
Ditambahkan Endang, sebenarnya usaha komoditas salak saat ini sangat menjanjikan. Selain harganya stabil dan perawatannya tidak terlalu rumit, modal atau biaya yang dibutuhkan juga tidak terlalu besar.
“Penanaman salak tidak rumit, tidak perlu pemupukan terus-menerus seperti halnya tanaman lain,” ujarnya seraya menambahkan bahwa dirinya juga menyediakan bibit salak pondoh dan berusaha mengembangkan varietas salak jenis salak pondoh madu.
Kepala Disperindagkop Kota Pagaralam Ihsan Ashari dikonfirmasi mengatakan, dengan semakin banyaknya petani yang menanam komoditas salak, bukan tidak mungkin Kota Pagaralam dapat menjual salak hingga ke daerah lain.
Mengenai perlunya sebuah koperasi untuk menampung produksi salak milik petani, Ihsan Azhari mengaku, pihaknya akan memelopori pembentukan koperasi bagi petani salak. (yayan darwansah/SINDO)










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan