Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) mulai 3 Maret dapat merasakan transportasi alternatif kereta api (KA). Hanya saja, tahap pertama jumlah mahasiswa yang bisa diangkut terbatas 300 orang, dari total sekitar 6.400 orang. Karenanya, keberadaan bus mahasiswa tetap dipertahankan.
“Gubernur baru bisa meresmikan pemakaian KA Unsri Inderalaya pada 3 Maret. Launching ini penting dan harus segera. Jika tidak, pemesanan gerbong rail bus, akan lama. Makanya, tahap awal ini masih akan dilakukan uji coba dulu,” ujar Ir Budi Rahadjo, asisten ekonomi keuangan dan pembangunan Sumsel, kemarin (15/2).
Ia menjelaskan, harga tiket masih tetap Rp4.000 untuk sekali pemberangkatan. Itupun sudah dibantu dengan mekanisme PSO (public service obligation/subsidi) dari biaya sebenarnya.
“Kita ‘kan belum pernah melayani mahasiswa dengan KA. Makanya ini harus segera dilaksanakan untuk melihat kekurangannya seperti apa? Kita akan coba satu sampai dua bulan dulu. Setelah itu baru kita evaluasi lagi,” tegasnya.
Selama uji coba, jadwal KA Unsri Inderalaya, setiap hari berangkat dua kali dari Stasiun KA Kertapati. Yakni, pukul 07.00 WIB dan pukul 09.00 WIB. Sebaliknya, dari Inderalaya. KA berangkat pukul 09.00 WIB dan 14.00 WIB.
Terpisah, Rektor Unsri Prof Badia Parizade mengatakan, dengan adanya KA mahasiswa jelas memberikan alternatif transportasi selain bus kota. “Kita akan lihat dulu pelaksanaannya, sebab masih dibahas terus mekanisme pemberangkatan seperti apa. Kita akan coba dulu satu sampai dua bulan.”
Apa biaya Rp 4 ribu untuk mahasiswa tidak memberatkan? Kata Badia, harga tersebut sudah final dari PT KAI. “Namanya kita dapat bantuan alternatif, kita tidak bisa nawar-nawar. Sebab operasi semua dari PT KAI dan masalah tersebut kita kurang memahami. Mungkin ada ongkos yang tidak bisa ditolelir dan harus dikeluarkan PT KAI. Tapi kita akan coba dulu saja terhadap mahasiswa,” ungkap Badia.
Hanya saja, penggunaan KA dengan kapasitas sekali berangkat 300 mahasiswa belum bisa mengakomodir seluruh yang kuliah dikampus. Makanya, selain ada KA sebagai alternatif, bus mahasiswa masih tetap beroperasi seperti biasa.
Diungkapkannya, jumlah mahasiswa yang biasa berangkat dari kawasan Bukit Besar sekitar 2.600 orang. Dan dari kawasan Cinde 3.800 orang terbagi dalam dua jam yakni pukul 07.00 WIB dan pukul 09.00 WIB.
Herlianto, petugas PT KAI menambahkan, saat ini terpenting dilakukan launching agar bisa diketahui kendala yang harus dilakukan. “Ini ‘kan nantinya masih dalam tahap percobaan dan semua akan menyesuaikan. Kita juga bakal melihat minat siswa yang akan berangkat dari stasiun Kertapati. Kita coba sambil melakukan survei kondisinya seperti apa.”
Dikatakan juga, untuk membentuk perilaku agar menggunakan KA tentunya membutuhkan waktu yang agak lama. Apalagi, lokasi stasiun Kertapati mungkin terlalu jauh bagi sebagian mahasiswa.
Sementara itu, Drs H Achmad Najib MM, kepala Dinas Perhubungan Kadishub Sumsel mengatakan, kondisi terminal saat ini sudah siap. Sejumlah fasilitas juga sudah dipenuhi mulai dari internet, ruang berobat, kantin dan berbagai fasilitas lainnya.
“Kita juga akan tempatkan 11 orang petugas di kawasan stasiun untuk melakukan penjagaan. Tentunya, petugas didua stasiun juga harus bisa memberikan rasa aman dan yaman kepada mahasiswa yang hendak berangkat. Dan pihak Unsri juga akan menyiapkan seattle bus untuk mengakut mahasiswa ke dalam kampus,” pungkasnya. (19/sumeks)


















Tinggalkan Balasan