Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya memberikan peluang kuliah gratis untuk warga asli Madura. Melalui fasilitas itu, ITS berharap bisa mencetak warga asli Madura menjadi pelaku pembangunan pasca tuntasnya pembangunan Jembatan Suramadu. Demikian kata Rektor ITS dalam rapat bersama bupati se-Madura di ruang Rektorat ITS Surabaya, Selasa (12/2) lalu. Pola Penerimaanya nanti akan dilakukan berdasarkan prestasi siswa selama menempuh pendidikan di SMP dan SMA pada semester 1-5.
“Sebelum mendaftar, mereka harus menandatangni surat perjanjian di atas materai, yang menyatakan bahwa setelah lulus kelak bersedia bekerja di lingkungan pemerintah kabupaten setempat,” ujarnya.
Sebanyak 4 kabupaten di Madura itu masing-masing akan mendapat kuota 5 siswa. Tapi sebelumnya, setiap kabupaten diminta mengirim 15 siswa untuk diseleksi terlebih dahulu oleh pihak ITS.
Khusus tentang jurusan yang akan dipilih, pihak kabupaten masing-masing yang akan menentukan, tergantung kebutuhan pembangunan di wilayahnya sendiri-sendiri.
Setiap siswa, kata Priyo, diwajibkan memilih tiga jurusan yang tersedia di ITS dan mengisi formulir penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Program Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) khusus pulau Madura.
Mereka yang beruntung nantinya akan mendapatkan bantuan beasiswa yang meliputi SPP, Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) dan biaya pendidikan lainnya yang ditetapkan ITS dalam jangka waktu delapan semester.
Mereka juga akan mendapatkan biaya hidup per bulan Rp 800 ribu, yang diberikan dalam jangka waktu 36 bulan efektif. Dana itu sendiri akan diambilkan dari bantuan dana beasiswa unggulan yang dikelola oleh Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri (BPKLN) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) RI.
Gagasan ITS itu langsung direspons tokoh Madura. Menurut Ketua Dewan Penasehat Yayasan Pembangunan Madura (YPM) HM Noor, perbaikan SDM warganya itu nantinya akan memposisikan warga Madura tidak hanya sekedar jadi penonton dalam pengembangan industri pasca tuntasnya pembangunan jembatan yang menghubungkan Surabaya-Bangkalan tesebut. [andira/suara-karya/infokito]


















Tinggalkan Balasan