Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel Abdul Shobur mengungkap, kualitas produksi, volume produksi, dan tujuan ekspor Provinsi Sumsel mengalami peningkatan sebesar 30%.
Kenaikan nilai ekspor ini meliputi 19 komoditas unggulan, di antaranya sawit (CPO), karet, medium naptha, batu bara, pulp, vacuum residue, kayu, ammonia, kopi, udang, dan urea. Dia menegaskan, kenaikan memberikan dampak positif dalam persentase ekspor Provinsi Sumsel.
”Kita melakukan ekspor ke luar negeri jika pemenuhan kebutuhan di dalam negeri mencukupi. Hingga saat ini, volume produksi mengalami peningkatan,terutama komoditas yang tidak ada di provinsi atau negara lain, seperti CPO, karet, dan batu bara,” tuturnya.
Kasubdin Pengembangan Perdagangan Luar Negeri (PPLN) Sumsel Riadi Dharmawijaya mengungkap, persentase peningkatan ekspor Sumsel sebesar 30%, melebihi target ekspor nasional 20% secara keseluruhan. “Perkembangan signifikan dalam kurun waktu terakhir ini menjadi tolok ukur kita untuk meningkatkan pertumbuhan ekspor migas maupun nonmigas,” tuturnya. (CR-13)


















Tinggalkan Balasan