Suatu acara diselenggarakan di Hanoi pada 29 Desember 2007 untuk memperingati 35 tahun pertempuran 12 hari sepanjang siang dan malam melawan pesawat-pesawat pembom Amerika Serikat (AS) jenis B52 pada saat Natal 1972.
Pertempuran itu disebut “Ha Noi – Dien Bien Phu di Udara,” untuk mengingatkan semangat Vietnam dalam pertempuran melawan tentara Perancis di Dien Bien Phu pada 1954.
Dalam acara tersebut, ketua Komite Rakyat Ha Noi, Nguyen The Thao, mengingatkan bahwa kemenangan atas serangan udara AS, dengan mengatakan bahwa hal itu telah memaksa AS untuk menandatangani Kesepakatan Paris pada 1973 guna mengakhiri perang.
Kesepakatan Paris itu selanjutnya mendatangkan pembebasan Viet Nam selatan dan reunifikasi nasional dua tahun kemudian.
Dia juga mengatakan, Hanoi merayakan peringatan itu dalam konteks menutup tahun 2007 dengan berbagai prestasi ekonomi yang mengesankan, seperti pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebanyak 12,1 persen, yang merupakan tingkat tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
Pada Desember 1972, tentara AS, yang putus-asa akibat berbagai kemundurannya di Vietnam Selatan, melakukan operasi “Linebacker II” menggunakan pesawat pembom strategis B52 untuk menghancurkan Hanoi dan Hai Phong.
Hampir 200 pesawat B52 dan lebih dari seribu pesawat tempur taktis dari berbagai jenis menjatuhkan 40.000 ton bom ke sasaran-sasaran strategis, termasuk sekolah-sekolah, rumah-rumah sakit dan pemukiman di kedua kota itu sehingga menewaskan ribuan warga sipil.
Tentara dan pilot Vietnam serta anggota milisi menjatuhkan 81 pesawat udara termasuk 34 pembom B52. (antara)










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan