Kejelasan status guru bantu di beberapa daerah dalam wilayah Sumsel masih dipertanyakan. Terkait dengan janji pengangkatan mereka sebagai CPNS. Hingga kini maish terdapat sejumlah guru di beberapa daerah yang bermasalah karena tidak terdaftar di Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Ironis memang. Disaat pemerintah membutuhkan banyak tenaga guru, potensi yang telah ada justru masih belum diberdayakan.
Ketua Forum Guru Bantu (FKGB) Provinsi Sumsel Syahrial mengatakan, dari 10.600 guru bantu yang ada di Sumsel, hanya sekitar 60% saja yang memiliki kejelasan status untuk diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang masuk kuota tahun 2007 dan akan segera diangkat pada 2008 mendatang. Demikian dilaporkan harian SINDO.
“Proses pengangkatan status dari guru bantu menjadi CPNS baru selesai dijalankan di 11 Kabupaten. Hal ini disebabkan adanya kendala di tiga kabupaten lainnya. Adanya kejelasan status guru bantu menjadi CPNS ini akan meningkatkan taraf hidup guru karena ada penambahan sebesar 18% dari gaji pokok guru Rp1 juta. Jadi, kemungkinan untuk golongan III akan menerima Rp750.000 per bulan,” ujarnya.
Saat ini tercatat masih ada 688 guru bantu di tiga kabupaten lagi yang belum diangkat. Dengan perincian terbanyak di kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, sebanyak 325 guru bantu bermasalah. Padahal, akhir Desember 2007 ini kontrak mereka sudah habis. Guru bantu hanya dikontrak dengan masa tiga tahun. (CR-12/sindo/infokito)










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan