infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Pencurian Kayu di TNKS Marak

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Kepala Seksi pengolahan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) Wilayah V Rizan mengakui, dalam beberapa bulan terakhir ini sering terjadi pencurian kayu, di Desa Muara Kulam, Kec Ulu Rawas, Kab Musi Rawas (Mura). Padahal lokasi tersebut termasuk wilayah taman nasional yang keberadaannya dilindungi Negara.

Disinyalir ratusan gelondongan kayu telah dicuri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dari TNKS. Kekurangan personel dan senjata dalam mengamankan hutan milik negara tersebut, menjadi salah satu kendala yang menjadi penyebab lemahnya pengawasan hingga terjadilah pencurian.

“Kami berharap pihak TNI dan Polisi dapat membantu dalam menjaga TNKS. Karena jumlah personel kami disini hanya 20 orang,” ungkapnya. Kelangsungan ekosistem yang ada di daerah sekitar TNKS dapat terganggu jika pencurian kayu terus-menerus dilakukan.

“Di TNKS masih banyak terdapat satwa-satwa baik yang dilindungi maupun yang tidak, yang hidup dan berkembangbiak. Ditakutkan, kelangsungan hidup mereka terancam. Selain itu, pencurian kayu juga merusak ekosistem di sekitarnya,” katanya. Senada diungkapkan Kepala Dinas Perhutanan (Kadishut) Kab Mura A Murtien.

Menurut dia, kekhawatiran atas aksi perambahan hutan tanpa batas berpotensi terjadi di beberapa areal hutan yang ada. Salah satu antisipasi yang telah dilakukan dengan menempatkan petugas dari Polisi Kehutanan, untuk melakukan penjagaan secara ketat. Guna memaksimalkan pengawasan tehadap 613 ribu hektar kawasan hutan di Mura terutama dari tindakan penebangan liar, pihaknya merencanakan akan menambah personil Polhut berikut perlengkapannya.

“Tapi, dalam waktu belum ada rencana penambahan personil. Namun, untuk memaksimalkan pengamanan setiap personil yang ada kita lengkapi dengan senjata api dan kendaraan patroli.dalam waktu dekat akan saya usahakan realisasinya ke Jakarta,” kata A Murtien.

Murtien juga menjelaskan, berdasarkan data 2003, ada sekitar 318 ribu hektar hutan di Mura yang kritis. Keadaan tersebut diakibatkan karena aksi penebangan liar yang dilakukan masyarakat. Sebelumnya, dari data yang dikeluarkan seksi TNKS wilayah IV Sumsel, terhitung sejak 2004 hingga 3 tahun terakhir, kerusakan kawasan TNKS di derah ini mencapai 35 ribu hektar atau sekitar 15% dari total luas lahan yang masuk wilayah Sumsel, yaitu 250.613 hektar.

Kerusakan sebagian besar disebabkan aksi perambahan yang dilakukan masyarakat untuk membuka lahan perkebunan dan ladang serta aksi pembalakkan liar. Lemahnya pengawasan karena keterbatasan personil, membuat masyarakat leluasa melakukan perambahan, terutama di daerah hulu sungai.

“Jumlah angka tersebut bisa jadi lebih besar lagi, mengingat aksi perambahan masih saja terjadi dalam beberapa waktu belakangan ini,” ungkap Aidy Hernady, Kepala Seksi TNKS Wilayah IV Sumsel, melalui Kordinator Perlindungan dan Pengamanan Hutan M Zainuddin.

Dari inventarisasir pihak TNKS, ditemukan beberapa kategori perambahan, yaitu perambahan dengan membuka lahan baru dan perambahan dengan pembukaan lahan lama, hampir merata di seluruh wilayah Mura, terutama di hulu-hulu sungai yang berdekatan dengan pemukiman masyarakat. (ade satia pratama/SINDO)

•••

22 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca