Pemerintah telah memberangkatkan jamaah calon haji gelombang II dari 11 embarkasi secara serentak mulai Jumat (30/11). Seluruh jamaah Indonesia akan diterbangkan menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah untuk kemudian ke Makkah.
”Mereka masuk asrama pada Kamis dan diberangkatkan pada hari ini (kemarin),” kata Direktur Pengelola Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Sistem Informasi Haji Depag, Abdul Ghafur Djawahir, di Jakarta, Jumat (30/11). Jamaah gelombang II ini diberangkatkan dari Tanah Air dari 30 November hingga 14 Desember 2007. Mereka diperkirakan berjumlah 96.808 jamaah. Ini berdasarkan perhitungan jumlah jamaah yang telah diberangkatkan ke Tanah Suci hingga Jumat (30/11) pukul 15.25 WIB sebanyak 96.891 dari jumlah keseluruhan jamaah Indonesia 193.699 orang. Pemberangkatan terakhir pada 14 Desember 2007 yakni dari embarkasi Jakarta dan Solo. Mereka diterbangkan dinihari.
Yang harus menjadi perhatian jamaah gelombang II, papar Ghafur, adalah kebijakan baru pemerintah Arab Saudi. Dalam dua jam pemeriksaan imigrasi, kesehatan dan dokumen jamaah diharuskan selesai. Kemudian dalam 30 menit ke depan atau maksimal satu jam, jamaah sudah harus diberangkatkan ke Makkah menggunakan bus.
”Jamaah harus cekatan menuju bus yang disediakan. Jadi sebaiknya mandi ihram di Tanah Air dan secepatnya berganti baju ihram di bandara.” Kain ihram harus di dalam kabin atau tas tentengan. ”Tak ada waktu untuk mandi ihram di bandara.” Lagi pula, kata dia, hanya jamaah Indonesia yang melakukan mandi ihram dan berganti baju ihram di bandara.
Secara terpisah Direktur Pelayanan Haji, Depag, Zakaria Anshar, mengatakan masalah itu telah disosialisasikan kepada para jamaah di setiap embarkasi. ”Kami memang harus mempersiapkan jamaah di Tanah Air agar mengetahui kebijakan tersebut. Kami berharap semua jamaah mematuhinya agar semuanya berjalan lancar,” katanya.
Bila jamaah menaruh kain ihram di tas yang bisa dibawa di kabin dan mandi di asrama maka akan ada efisiensi waktu. Selain itu mereka juga tak akan merasa terburu-buru. Ia berharap pemberangkatan seluruh jamaah gelombang II ini akan berjalan lancar. Terutama tak ada lagi penundaan pemberangkatan yang menimpa jamaah.
Zakaria mengatakan kedua maskapai pada pemberangkatan gelombang I pernah menunda keberangkatan jamaah hingga lima jam bahkan lebih. Diharapkan pada pemberangkatan jamaah gelombang II ini tak ada lagi penundaan yang mencapai lima jam. Lebih baik lagi bila tak ada penundaan sama sekali, jamaah berangkat sesuai jadwal.
Menurut Zakaria, Garuda Indonesia pada pemberangkatan gelombang I memang lebih rendah tingkat penundaannya dibandingkan Saudi Arabian Airlines (SVA). Namun demikian ia berharap kedua maskapai mampu menekan tingkat penundaan pada pemberangkatan gelombang II. ”Kalau ada penundaan lagi ya kami tegur lagi,” tegasnya. (fer/republika)


















Tinggalkan Balasan