Laskar Pelangi dan Ayat-ayat Cinta jadi buku terlaris
Seorang laki-laki menghampiri setumpuk buku yang dipajang di sebuah stand penerbit di Indonesia Book Fair (IBF) 2007. Di antara susunan buku itu, sebuah judul buku yang belakangan ramai menjadi pembicaraan di masyarakat terletak di bagian atas dalam jumlah yang memadai. Saat mendekat, lelaki itu melihat angka yang tertera di sebelah sisi buku itu.
”Harganya sama di toko buku,” ucapnya, dalam hati. Segera saja seorang wanita penjaga stand mendekatinya. ”Diskon 20 persen, Mas.” Tak pikir panjang, pria itu membawa buku tersebut ke kasir. Ia mengeluarkan uang Rp 100.000 dari dompet. Buku diserahkan kembali kepadanya bersamaan dengan sisa uang kembalian Rp 52.000. Ia membayar buku itu seharga Rp 48.000, setelah diberi dipotongan harga Rp 12.000.
Laskar Pelangi, karya Andrea Hirata buku yang dibeli lelaki itu adalah salah satu buku banyak diminati pengunjung IBF 2007 yang berlangsung 14-18 November 2007 di Assembly Hall Convention Center (JCC) Jakarta. Selama dua hari pertama pameran buku yang diselenggarakan oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) itu, setiap hari tak kurang dari 130 eksamplar buku terbitan Mizan Media Utama, Bandung, itu terjual.
Tak hanya Laskar Pelangi yang banyak diminati pengunjung dalam pameran buku tersebut. Novel-novel karya Habiburrahman El Shirazy yang diterbitkan oleh Penerbit Republika pun tak kalah larisnya. Ketika Cinta Bertasbih 2, novel Habiburrahman yang baru diterbitkan November 2007, misalnya, setiap hari terjual antara 150-200 eksamplar.
Meski tak selaris Ketika Cinta Bertasbih 2, buku-buku lain karya penulis yang pernah mengenyam pendidikan di Mesir ini tetap saja mendapatkan perhatian pengunjung. Ketika Cinta Bertasbih 1 yang telah memasuki cetakan ketujuh pada Agustus 2007, sedikitnya terjual sekitar 50 eksamplar sehari.
Lebih mencengangkan lagi karya Habiburrahman yang fenomenal, Ayat-ayat Cinta. Novel yang telah memasuki cetakan ke-27 ini masih tetap menempati urutan buku laris dalam pameran buku tersebut. ”Setiap hari terjual sekitar 50 eksamplar,” tutur Arief, dari Penerbit Republika.
Seperti juga Laskar Pelangi yang diberi potongan harga, baik Ketika Cinta Bertasbih dan Ayat-ayat Cinta juga diberikan harga khusus. Sepanjang pengamatan Robinson Rusdi, ketua penyelenggara IBF 2007, buku-buku yang cukup laris selama pameran antara lain buku-buku agama dan buku-buku anak-anak. ”Itu yang didomian diminati. Buku-buku itu yang laris selama pameran,” tuturnya.
Ia juga menyebut buku-buku karya Habiburrahman El Shirazy yang masih tetap banyak diminati. Ini merupakan kali ke-27 IKAPI menyelenggarakan IBF. Dibandingkan penyelenggaraan serupa tahun-tahun sebelumnya, IBF kali ini lebih banyak diiikuti penerbit dan distributor buku. Seperti juga pengunjung yang lebih banyak, kegiatan pun lebih bervariasi.
”Kami menargetkan sekitar 10.000 pengunjung setiap hari. Sabtu-Minggu, dua kali lebih banyak dari target tersebut,” tutur Robinson. Tak hanya penerbit dalam negeri, beberapa penerbit dan distributor dari luar negeri pun ikut berpartisipasi. Sebutlah, misalnya, dari Belanda, Italia, dan Iran.
Bahkan, sejumlah negara anggota ASEAN seperti Singapura dan Malaysia pun ikut mengambil peran. Penerbit dan distributor dari luar negeri itu membawa buku-buku terbitan masing-masing, sebagian di antaranya berbahasa Inggris.
Robinson mengatakan. IBF kali ini bertemakan, Gorontalo, the Hidden Paradise. Pemilihan Gorontalo sebagai tema kali ini karena IKAPI melihat Gorontalo sebagai provinsi baru, cukup bagus perkembangan perbukuannya. Lebih dari itu, melalui momen inil IKAPI ingin berpartisipasi lebih jauh terhadap proses sosialisasi potensi daerah dan kebudayaan Gorontalo.
Ini merupakan kali kedua IBF mengambil tema kedaerahan. IBF tahun lalu bertemakan The Growt of Papua. Tema-tema kedaerahan ini dimaksudkan mengajak daerah-daerah ikut memamerkan muatan lokal yang ada di daerah masing-masing. ”Kami ingin tahun depan daerah-daerah lain (mengambil peran) untuk mempromosikan perbukuan,” tutur Robinson.
Selain penjualan buku dengan harga khusus, diselenggarakan pula berbagai kegiatan selama pameran berlangsung. Antara lain bedah buku, temu penulis, dan permainan dalam bentuk game. Penerbit Republika, misalnya, menghadirkan penulis buku laris Habiburrahman El Shirazy.
Penerbit Erlangga menyelenggarakan workshop dan demo sains bekerjasama dengan PP Iptek Taman Mini Indonesia Indah (TMII), menggunakan alat peraga sains dan hubungannya dengan ilmu pengetahuan dari buku sains yang diterbitkan oleh Erlangga.
Dalam pelaksanaan pameran, tak hanya buku-buku yang selama ini laris dipasaran dan banyak dibicarakan dalam masyarakat yang banyak diminati pengunjung. Sejumlah stand buku-buku impor pun ramai dikunjungi. Maklum, umumnya buku-buku tersebut dijual dengan harga miring. Adanya yang dijual seharga Rp 20.000 per eksamplar, bahkan ada yang lebih murah dari itu.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, penyelenggaraan pameran tak sekadar menampilkan beragam jenis buku. Lebih dari itu, ajang pesta buku ini selalu menawarkan potongan harga. Pria yang membeli buku Laskar Pelangi, contohnya. Boleh jadi buku itu sudah kerap ia amati di toko-toko buku, tapi tawaran potongan harga meringankan tangannya merogoh kocek untuk membelinya. [burhanuddin bella/rep]









![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Uban dan Semir Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-1765125866195614023860891978010.jpg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Cara Bersisir Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2026/08/be6149a6-8ba4-4cc1-980b-d9d2c0148971_169.jpeg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2022/12/wp-1670064751787.jpg)








Tinggalkan Balasan