Dalam waktu dekat, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kab Musi Banyuasin (Muba) akan segera melakukan pengambilan sampel darah terhadap 250 unggas yang ada di 10 desa dan kelurahan di tiga kecamatan. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi dalam mengatasi penyebaran virus flu burung.“Sekarang ini mulai memasuki musim penghujan, sehingga perlu mendapat perhatian serius tentang penyakit flu burung,” kata Kepala Subdinas Kesehatan Hewan dan Masyarakat Viteriner, Dinas Pertanian Muba Ir Tjita Abadi Msi di Sekayu, Kamis (1/11) kemarin. Pengambilan sampel darah itu akan dilakukan pada Senin (5/11) mendatang.
Kegiatan pengambilan sampel darah tersebut disebut dengan surveilance atau disebut dengan penelusuran tentang penyakit-penyakit hewan ternak, khususnya pada unggas. Sebab, yang paling rentan terhadap penyakit adalah hewan ternak jenis unggas, baik itu burung maupun ayam.
“Kita melakukan pengambilan sampel darah sebanyak 250 unggas dari tiga kecamatan, yaitu Sekayu, Plakat Tinggi, dan Sungai Keruh,”terangnya. Dia menjelaskan, 10 desa dan kelurahan yang masuk dalam program, yaitu Desa Sukarami, Rantau Sialang,Tebing Bulang, Suko Lali, Plakat Tinggi, Sido Mukti, Air Putih Ulu, Sido Rahayu,dan Kel Soak Baru.
Wakil Bupati Muba H Pahri Azhari mengatakan, selama adanya kasus flu burung di beberapa daerah, belum ditemukan kasus yang sama Muba. “Kita berharap penyakit berbahaya tersebut tidak menimpa daerah Muba. Sebab, hal tersebut dapat menimbulkan ketakutan di masyarakat,” harapnya.
Menurut Pahri, kegiatan antisipasi dalam penyebaran virus flu burung yang telah dilakukan selama ini telah cukup optimal oleh dinas terkait, di antaranya dengan melakukan kerja sama yang baik melalui beberapa pihak terkait yang ada di Sumsel serta luar wilayah provinsi.
“Semuanya dapat diatasi jika masyarakat ikut berperan dengan pola hidup sehat, dan cepat tanggap jika ada binatang unggas mati tanpa sebab,” katanya. (edy parmansyah/sindo)


















Tinggalkan Balasan