Kepala Sub Dinas (Kasubdin) Penyehatan Lingkungan Dinas Pekerjan Umum (PU) Cipta Karya Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Indra Irhansyah mengatakan, pada 2007 lalu telah melakukan penambahan sekitar 2.000 titik lampu di Kabupaten Muba dengan anggaran sekitar Rp30 Miliar.
”Sekitar 11 Kecamatan, 9Kelurahan, dan 209 desa di Muba telah mendapatkan penerangan jalan tersebut,” terangnya. Dana penambahan lampu jalan tersebut diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2007. Penambahan lampu tersebut telah dimulai pada awal bulan Juni lalu hingga Oktober tahun lalu.
Lampu-lampu tersebut dipasang pada tiang listrik yang ada di setiap jalan kabupaten dengan jarak setiap 100 meter satu lampu atau dua tiang satu lampu. ”Total keseluruhan sekitar 80 kilometer lebih,” jelasnya.
Dia menjelaskan, pemasangan lampu tersebut dimulai dari Kota Sekayu hingga ke 10 kecamatan lainnya yang ada di Muba. Tapi, satu kecamatan yang belum mendapat penambahan yaitu, Kecamatan Lalan. Karena, listrik di tempat tersebut belum mendukung. Selain itu, daya yang diperlukan cukup besar.
”Pada tahun ini kita mengusulkan penambahan lampu melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muba,” terangnya tanpa memberitahu berapa banyak dan jumlah yang diajukan.
Dia menerangkan, penambahan lampu jalan merupakan salah satu program peningkatan infrastruktur di Kabupaten Muba khususnya di tingkat pedesaan. Bukan itu saja, tambah dia, kegiatan peningkatan infrastruktur lampu jalan pada tahun 2007 lalu bukan hanya penambahan akan tetapi termasuk pemasangan baru, untuk menutupi kekurangan pada tahun 2006 lalu.
”Lampu jalan akan terus ditmbah, hingga masyrakat merasa aman jika bepergian pada malam hari,” tandasnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muba Yusri Effendy mengatakan, pada tahun 2007 lalu pembangunan memang dititikberatkan pada peningkatan infrastruktur yang ada di Kabupaten Muba.
Dia mengatakan penambahan lampu dilakukan di sejumlah titik lampu di 11 kecamatan yang ada sekarang. Lampu atau penerangan jalan memang sangat penting bagi masyarakat, karena menyangkut rasa aman seseorang.
”APBD tahun lalu sekitar Rp1,5 Trilun dan 40 % difokuskan pada pembangunan dan peningkatan infrastruktur yang ada di Kabupaten Muba,” jelasnya.
Dia mengungkapkan, pembangunan memang tidak bisa dilaksanakan sekaligus melainkan bertahap dengan melihat anggaran yang telah disediakan. Sehingga masyarakat harus dapat memahami secara benar bagaimana pembangunan tersebut dapat dilaksanakan. (edy parmansyah/SINDO)


















Tinggalkan Balasan