infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Krisis Listrik di Lampung-Sumsel

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Wilayah Lampung dan sebagian Sumatera Selatan mengalami pemadaman bergilir selama 10 hari mulai Sabtu (20/10) sampai Rabu (31/10) karena PLTU Tarahan 4 sedang rusak, dan pengoperasian PLTU Tarahan 3 sedang dihentikan.

Manager Unit Pengatur Beban PT PLN Sumatera Bagian Selatan Marna Sumarna, Minggu kemarin, mengatakan, PLTU Tarahan 3 sengaja dimatikan mulai Sabtu (20/10) hingga Rabu (31/10) karena akan menjalani pemeriksaan bagian ketel dan turbin. Hal itu dilakukan sebagai persiapan sebelum PLTU Tarahan 3 memasuki masa run and reliability test atau pengoperasian pembangkit pada beban puncak selama 30 hari tanpa henti.

Sedangkan PLTU Tarahan 4 sejak Senin (8/10) mengalami perbaikan pada ketel. Menurut Marna, kerusakan cukup parah karena harus mengganti pipa uap sehingga perbaikan memerlukan waktu lama. Diperkirakan, PLTU Tarahan 4 akan beroperasi kembali pada bulan November.

Marna mengatakan, pada saat beban puncak di Lampung maka dibutuhkan pasokan sebesar 350 megawatt (MW), tetapi kemampuan suplai pembangkit yang beroperasi hanya sebesar 75 MW. Sehingga setelah mendapat transfer 205 MW dari Sumsel, akan dilakukan pemadaman sebesar 70 MW.

Di luar beban puncak, kebutuhan listrik 240 MW, tetapi yang tersedia hanya 20 MW. Jadi setelah mendapat transfer 200 MW dari Sumsel, pemadaman hanya 20 MW pada siang hari. Khusus untuk daerah Baturaja, pemadaman hanya sebesar 4-5 MW.

“Pengaturan pemadaman akan dilakukan oleh PLN wilayah dan cabang. Pemadaman akan dilakukan bergiliran, tiga hari menyala dan satu hari padam. Lama pemadaman empat sampai lima jam per hari. Pemadaman mulai dilakukan tadi malam pukul 18.00 sampai 22.30. Setelah PLTA Tarahan 3 normal, pasokan listrik di Lampung dan Sumsel akan kembali normal,” katanya.

Pasokan air di pembangkit listrik tenaga air (PLTA) juga masih minim akibat kemarau sehingga pasokan listrik semakin berkurang. Menurut Marna, PLTA Besai hanya mampu beroperasi selama tiga jam dengan kemampuan 50 MW, setelah itu kemampuannya turun menjadi 15 MW.

PLTA Batutegi hanya beroperasi dengan kemampuan 7 MW karena keterbatasan air pada waduk yang ada. Sedangkan beberapa unit pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang ada, hingga saat ini masih menjalani pemeliharaan dan perbaikan sehingga kemampuannya tinggal 20 MW. (WAD/kmps)

•••

36 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

0600137768


Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan Tahun 2026 [ detail ]

Rp3.942.963

Upah Minimum Kota (UMK) Palembang Tahun 2026 [ detail ]

Rp4.192.837

BI RATE


PERTALITE
Rp10.000

PERTAMAX
Rp16.300

PERTAMAX TURBO
Rp20.000

BIO SOLAR
Rp6.800

DEXLITE
Rp24.200

DEX
Rp25.750

BRIGHT GAS 12 KG
Rp220.000

BRIGHT GAS 5,5 KG
Rp106.000

Golongan Daya Listrik Tarif (Rp/kWh)
R-1 (Subsidi) 450 VA Rp415/kWh
R-1 (Subsidi) 900 VA Rp605/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 900 VA Rp1.352/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 1.300 VA – 2.200 VA Rp1.444,70/kWh
R-2 3.500 VA – 5.500 VA Rp1.699,53/kWh
R-3 ≥ 6.600 VA Rp1.699,53/kWh

One response to “Krisis Listrik di Lampung-Sumsel”

  1. Avatar Global Power

    Bilamana ada yang membutuhkan panel2 listrik, box panel, komponen panel, genset ataupun penangkal petir elektrostatik bisa klik alamat kami:

    http://www.g-powers.com
    http://www.globalpowerengineering.blogspot.com

    terima kasih.

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Tulisan Terbaru

Tulisan Teratas

■■■ [dompet dhuafa] Satukan Solidaritas Bantu Palestina ■■■


Kenali Produk PT Pusri Palembang

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca