Pemadaman listrik bergilir di Kota Palembang masih akan terjadi hingga pertengahan Februari 2008. Ini akibat kerusakan trafo daya 2×100 mega volt ampere (MVA) untuk pendistribusian 150/70 kilovolt (KV) di Gardu Induk (GI) Keramasan sejak 25 Januari lalu.
Gardu Induk (GI) Keramasan merupakan sebagai pemasok energi listrik ke beberapa jaringan distribusi 20 KV di Kota Palembang, yakni GI Bukit Siguntang, Talang Ratu, Seduduk Putih, Boom Baru, Sungai Juaro, Sungai Kedukan, dan Gardu Induk Bungaran.
”Akibat kerusakan di GI Keramasan pada trip Inter Bus Trafo (IBT) 100 MVA 1 dan 2 GI Keramasan, menyebabkan kurangnya pasokan listrik di beberapa daerah tersebut sebesar 18 mega watt (MW). Ini mengakibatkan pemadaman bergilir listrik pada waktu beban puncak antara pukul 18.00–23.00 WIB,” kata Manajer PLN Unit Pengatur Beban (UPB) Sumbagsel Ir Waluyo Jati, Rabu (30/1) kemarin.
Untuk mengatasi pemadaman bergilir, PLN berupaya mengatasi kerusakan tersebut dengan melakukan pergantian trafo dan perbaikan trafo daya 2×100 MVA,150/70 KV di GI Keramasan. Lalu, memaksimalkan operasi tiap-tiap unit pembangkit yang memasok Kota Palembang, yakni PLTU Keramasan Unit 1 dan 2, PLTG Keramasan Unit 3, PLTD Sungai Juaro Unit 1 dan 2, serta PLTG Musi II.
Selanjutnya, terang dia, PLN melakukan manuver (pengalihan) sebagian beban Kota Palembang sebesar 12 MW ke Gardu Induk yang bertegangan 150/20 KV di Gardu Induk Talang Kelapa dan Gardu Induk Borang. Kemudian, mempercepat penyelesaian pekerjaan di unit pembangkit PLTG Keramasan Unit 2 yang diperkirakan selesai pertengahan Februari 2008.
Sementara itu, Manajer Humas PLN Wilayah Sumatera Selatan Jambi dan Bengkulu (WS2JB) Sumbagsel Haris Effendi mengatakan, PLN telah melakukan langkah penyelesaian perbaikan terhadap trafo yang rusak tersebut. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan dan perbaikan, trafo tersebut harus segera diganti.
”Trafo yang rusak tersebut segera direlokasi dengan trafo yang berasal dari Gardu Induk (GI) Purwakarta dan diperkirakan pada 21 Februari sudah dapat dioperasikan,” ungkap Haris. PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan jika PLN sering melakukan pemadaman secara bergilir. Hal itu disebabkan untuk mengurangi pemakaian beban yang ada pada saat beban puncak.
Sementara itu, akibat gangguan listrik sejak beberapa hari lalu, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi Palembang terpaksa membatasi suplai air kepada masyarakat. Direktur Teknik PDAM Tirta Musi Masdjuri Masri mengatakan, pembatasan suplai air disebabkan keterbatasan persediaan air akibat gangguan listrik dari PLN. Jatah air yang biasanya disuplai kepada masyarakat terpaksa dikurangi 30–40%.
”Volumenya yang akan kita kurangi agar dapat semua. Karena kalau tidak, yang di ujung-ujung sering tidak mendapat bagian,”katanya. Menurut Masdjuri, gangguan tersebut menyebabkan instalasi pengolahan air di bagian ilir, seperti di Rambutan KM 4, Punti Kayu, dan 3 Ilir tidak memperoleh air baku dari sumber air Sungai Musi. (hengky chandra agoes/siera syailendra/SINDO)


















Tinggalkan Balasan