Sejumlah proyek perbaikan jalan negara dan provinsi di kawasan jalur lintas tengah Sumatera Selatan masih terbengkalai. Akibatnya, kerusakan jalan masih ditemukan di jalur Lahat ke Tebing Tinggi sepanjang 87 kilometer dan jalur Muara Beliti ke Sekayu sepanjang 70 kilometer.
Menurut Ketua DPRD Sumatera Selatan Zamzami Ahmad, Kamis (13/12) di Palembang, pihaknya mempertanyakan keberlanjutan proyek perbaikan jalan di sepanjang Lahat menuju Tebing Tinggi karena sampai sekarang perbaikannya tak kunjung selesai.
“Saya kecewa dengan kinerja pemerintah karena ruas jalan ini sudah digarap dua tahun lamanya, namun belum ada hasilnya. Padahal, ruas ini merupakan jalan utama sehingga diperlukan untuk menunjang perdagangan dan transportasi,” ujar Zamzami.
Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sumsel, jalur lintas tengah Lahat-Tebing Tinggi dibiayai dari dana APBN Rp 106 miliar. Pemprov sudah menunjuk dua kontraktor penggarap proyek tersebut.
Zamzami menambahkan, sebelum Lebaran lalu, kontraktor sebenarnya sudah mulai mengerjakan beberapa ruas jalan yang rusak dan berlubang. Namun, setelah itu, proyek pengerjaannya terhenti lagi sampai sekarang.
“Entah apa alasannya, tiba-tiba saja pemerintah pusat memberhentikan kontraktor jalan secara sepihak,” ujarnya.
Sampai sekarang pemerintah pusat belum menunjuk kontraktor penggarap baru sehingga proyek masih terbengkalai.
Fatimah Samsul, Ketua Fraksi Golkar, menambahkan, kerusakan jalan juga terjadi di ruas Muara Beliti di Kabupaten Musi Rawas hingga Sekayu di Kabupaten Musi Banyuasin. Padahal, umur jalan itu belum setahun. (ONI/kmps)


















Tinggalkan Balasan