Memasuki musim pancaroba, curah hujan di Sumatera Selatan sejak tiga hari terakhir terpantau cukup tinggi, mencapai 44 milimeter. Sedangkan curah hujan saat musim hujan di Sumsel yang diprakirakan tiba pada akhir Oktober akan tinggi karena pengaruh La Nina.
Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi dan Geofisika Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang M Irdam, Rabu (10/10), mengatakan, warga perlu waspada terhadap banjir dan tanah longsor karena tingginya intensitas curah hujan.
Menurut dia, selain La Nina, pada musim pancaroba ini terjadi pusaran angin Eddy di Selat Karimata dan di atas Sumsel. Akibat pusaran angin itu terbentuk uap air yang menimbulkan hujan deras di Sumsel saat ini.
“Daerah yang rawan banjir adalah kawasan barat Sumsel yang berdekatan dengan Bukit Barisan, seperti wilayah Lubuk Linggau dan Lahat, karena di sana curah hujan lebih tinggi. Curah hujan yang tinggi harus diantisipasi, apalagi terjadi kerusakan lingkungan,” tutur M Irdam.
Tahun lalu, curah hujan pada bulan Oktober mencapai 208 mm, November 281 mm, dan Desember 312 mm, yang tergolong normal. Namun, curah hujan pada Oktober sampai Desember tahun ini akan di atas normal. [kmps/infokito]










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan