Warga Provinsi Sumatera Selatan diminta waspada terhadap perubahan iklim yang terjadi belakangan. Ramalan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Kota Palembang, kondisi cuaca cukup ekstrim akan terjadi satu hingga 2 bulan ke depan. Kasi Observasi dan Informasi BMG SMB II Palembang, Agus Santosa, mengatakan, saat ini tengah masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.
“Curah hujan 67-100 mm. Terjadi terus-menerus dalam waktu dekat. Oleh sebab itu, warga terutama yang tinggal di bantaran sungai harus waspada,” kata Agus kepada Sumatera Ekspres, kemarin (13/3).
Kondisi tersebut, kata Agus, hanya bersifat sementara. Sebab, akhir Maret hingga Mei sudah memasuki musim hujan tahap kedua. Curah hujan diprediksi mencapai 300 hingga 400 milimeter.
“Itu merupakan fenomena yang terjadi pada wilayah yang dilewati garis ekuator. Kita perlu mewaspadai kondisi cuaca yang tidak menentu,” kata Agus lagi. Nah, memasuki musim hujan tahap kedua, lanjut dia, bakal terjadi dua atau tiga hari cuaca yang cukup ekstrem.
Selain dipengaruhi La Nina, dalam kisaran normal, curah hujan yang terjadi cukup tinggi sehingga berdampak pada naiknya permukaan air laut. “Pada satu atau dua hari akan terjadi akumulasi hujan yang sangat ekstrem. Bila tidak diwaspadai dari sekarang, berdampak menimbulkan genangan air yang cukup tinggi,” katanya.
Agus menambahkan, tingkat curah hujan bisa menghasilkan lebih dari 50 ml per hari dengan akumulasi per bulan 300 ml. Terlebih, hujan yang turun akan berlangsung lama dengan intensitas cukup tinggi. “Bisa kita perkirakan hujan yang turun tanpa henti mencapai 3-4 jam. Ditambah dengan kilat dan guntur yang lain dari biasanya.”
Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi BMG Kenten Palembang, M Irdam mengatakan, perubahan cuaca juga berdampak pada perubahan suhu. Untuk wilayah Sumsel, khususnya Kota Palembang, rata-rata suhu udara tertinggi pada siang hari mencapai 34-35 derajat Celcius.
Sedangkan, pagi hari suhu terendah berkisar 24-25 derajat Celsius. Namun, gelombang laut masih normal, dengan ketinggian 2 meter. “Belum ada peringatan untuk tidak berlayar karena gelombang masih normal di perairan Sumsel,” pungkasnya. (mg12/sindo)


















Tinggalkan Balasan