Pada jalur mudik dari Jambi terdapat puluhan titik rawan longsor, yang tersebar di perbatasan Jambi-Riau, Jambi-Sumbar, dan Jambi-Sumsel. Tidak hanya longsor dan jalan ambles, curah hujan yang meningkat belakangan ini juga perlu diwaspadai bakal menimbulkan banjir.
Rufinus dari Bagian Perencanaan Subdin Bina Marga Dinas Kimpraswil Provinsi Jambi mengemukakan, kondisi rawan itu disebabkan jalur mudik yang melewati Jambi berada pada kondisi topografi berbukit-bukit. Sebagian jalan berada di tebing bukit.
Meski begitu, apabila terjadi musibah longsor atau jalan ambles, pihaknya telah mengantisipasinya dengan menyediakan sejumlah alat berat. “Kami telah menyediakan posko siaga alat berat untuk antisipasi kalau terjadi longsor, yang bisa mengganggu kelancaran perjalanan para pemudik,” tuturnya, Kamis (20/9).
Hingga saat ini, tambah Rufinus, kegiatan penambalan jalan yang bolong, pelapisan, serta perbaikan gorong-gorong di sejumlah jalur mudik masih berlangsung. Di lintas timur, perbaikan gorong-gorong dengan menutup salah satu jalur diperkirakan akan tuntas pengerjaannya sebelum Lebaran. [kompas/infokito]










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan